PENINGKATAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN PADA MASA PANDEMIK DI SULAWESI TENGAH

  • Dinar Saurmauli Lubis Universitas Udayana
  • Loli Fitri UNFPA Indonesia
Keywords: Kolaborasi Multi Stakeholder, Kekerasan Berbasis Gender, partisipasi masyarakat, Sulawesi Tengah

Abstract

Pada tanggal 28 September Tahun 2018 terjadi gempa bumi disertai dengan Tsunami di Sulawesi Tengah. Gempa dengan kekuatan 7,4 SR ini menyebabkan Tsunami, Gempa dan Likuifaksi. Pada bulan Maret 2020, wilayah Sulawesi Tengah bersama dengan daerah lainnya di dunia mengalami bencana non alam yaitu pandemic Covid-19 yang berdampak pada kesehatan, kehidupan ekonomi, sosial dan juga peningkatan kasus kekerasan berbasis gender (KBG). Sebuah intervensi yang bertujuan untuk memastikan layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan di masa pandemic tetap berlangsung di Sulawesi Tengah. Strategi pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kolaborasi multi sektoral, peningkatan kapasitas penyelenggara layanan dan pelibatan masyarakat, Laporan narasi dan literatur serta laporan kegiatan penanganan kasus kekerasan perempuan merupakan sumber data yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tema yang telah ditetapkan. Hasil kegiatan proyek ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multisektoral dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus KBG pada masa pandemic di Sulawesi Tengah. Kerjasama ini dilaksanak secara berjenjang dari level desa hingga tingkat propinsi. Diseminasi protokol

penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, yang telah disusun Kementerian Perlindungan Dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) membuat penyelenggara layanan di Sulteng diharapkan dapat membantu petugas dalam melaksanakan layanan pada era adaptasi kebiasaan baru. Pelibatan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan demad terhadap layanan penanganan kasus. Pandemic Covid19 berdampak pada peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Tengah. Kerjasama multiksektoral sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kasus KBG. Kegiatan kolaborasi multi-sektoral, peningkatan kapasitas dari petugas dan relawan serta pelibatan masyarakat menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan dalam meningkatkan koordinasi pencegahan dan penanganan kasus KBG. Namun agar kegiatan ini dapat berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor perlu ditingkatkan melalui pengintegrasian program pada sektor perlindungan perempuan dan kesehatan serta pelibatan masyarakat.

References

[1] Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kekayaan Tektonik di Indonesia 2014 [cited 2020 20 November]. Available from: https://www.preventionweb.net/files/49666_49666kekayaantektonikdiindonesia.pdf
[2] Pusat Krisis Kementrian Kesehatan. Update data Bendana Sulawesi Tengah 7 Nopember 2018. 2018.
[3] CARE Indonesia. CARE Rapid Gender Analysis Sulawesi Earthquake and Tsunami Indonesia Version 2. 2018.
[4] Pusdatina. Laporan update Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah per tanggal 14 November 2020. 2020.
[5] Nanthini S, Nair T. COVID-19 and the Impacts on Women. 2020.
[6] Rohwerder B. Social impacts and responses related to COVID-19 in low- and middle-income countries. Institute of Development Studies, 2020.
[7] KPPPA S. Pelaporan kasus kekerasan perempuan dan anak tahun 2020 2020 [cited 2020 20 November]. Available from: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan.
[8] IASC. Guidelines for Integrating Gender-Based Violence Interventions in Humanitarian Action Reducing Risk, Promoting Resilience and Aiding Recovery). 2015.
[9] KPPPA, UNFPA. Protokol Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Masa Pandemi Covid-19. Jakarta2020.
[10] YKP. Notulensi Diseminasi Protokol Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di masa Pandemi Covid-19 tanggal 22 September 2020. Yayasan Kerti Praja, 2020.
[11] Lundin R, Armocida B, Sdao P, Pisanu S, Mariani I, Veltri A, et al. Gender-based violence during the COVID-19 pandemic response in Italy. Journal of global health. 2020;10(2).
[12] KPPA, UNFPA. Pedoman Perlindungan Hak Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana. Jakarta2020.
[13] Peterman A, Potts A, O’Donnell M, Thompson K, Shah N, Oertelt-Prigione S, et al. Pandemics and violence against women and children. Center for Global Development working paper. 2020;528.
[14] KPPPA, UNFPA. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dalam Situasi Bencana. Jakarta2020.
[15] KPPPA, UNFPA. SOP Ruang Ramah Perempuan dalam pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Pada Situasi Bencana. Jakarta2020.
[16] Aghajanian L, Page E. COVID-19 and the participation of women and women’s rights organisations in decision-making. Education Development Trust, 2020.
[17] Oliver L, Holloway K. Covid-19: A watershed moment for collective approaches to community engagement? Humanitarian Policy Group 2020.
Published
2021-01-17