KARTU CEGAH STUNTING UNTUK CALON PENGANTIN DI MASA PANDEMI COVID-19

  • Ayu Dwi Putri Rusman Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Fitriani Umar Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Fitriani Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Haniarti Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Usman Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Makhrajani Majid Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Henni Kumaladewi Hengky Universitas Muhammadiyah Parepare
Keywords: Calon pengantin; Kartu cegah stunting; Pengetahuan; Stunting

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,7% dan di Kota Parepare sebesar 27,3%. Pemberian pengetahuan pada masa pra-konsepsi penting dilakukan dalam upaya mempersiapkan 1000 HPK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kartu cegah stunting terhadap peningkatan pengetahuan calon pengantin. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test. Sampel adalah pasangan calon pengantin yang terdaftar di KUA Kota Parepare. Penelitian dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19 bulan Juni-Juli 2020, sehingga jumlah sampel sebanyak 71 orang. Pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian dilakukan dengan memberikan kartu cegah stunting yang dimainkan oleh 2 orang sebanyak 2 kali. Pengetahuan calon pengantin diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan responden dari 25,43 menjadi 29.00 setelah perlakuan. Kartu cegah stunting efektif dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin (p < 0,001). Disarankan pentingnya kolaborasi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi bagi calon pengantin dalam pencegahan kejadian stunting.

References

[1] Susiana S. Angka Kematian Ibu : Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya. 2019.
[2] Safitri VDA., Suracmindari., Cahyani DD., T WR. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Bayi Sehari-hari di Kelurahan Tlogomas Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. J Pendidik Kesehat. 2020;9(1):11-20.
[3] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. 2018.
[4] Kemenkes. Laporan Provinsi Sulawesi Selatan Riskesdas 2018. 2018.
[5] Dwi A., Yadika N., Berawi KN., Nasution SH. Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar. J Major. 2019;8(2):273-82.
[6] Torlesse H., Cronin AA., Sebayang SK., Nandy R. Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health. 2016;16(1):1-11, doi: 10.1186/s12889-016-3339-8.
[7] Lestari ED., Hasanah F., Nugroho NA. Correlation between non-exclusive breastfeeding and low birth weight to stunting in children. Paediatr Indones. 2018;58(3):123-7, doi: 10.14238/pi58.3.2018.123-7.
[8] Titaley CR., Ariawan I., Hapsari D., Muasyaroh A., Dibley MJ. Determinants of the stunting of children under two years old in Indonesia: A multilevel analysis of the 2013 Indonesia basic health survey. Nutrients. 2019;11(5), doi: 10.3390/nu11051106.
[9] Rusmil VK., Prahastuti TO., Erlangga Luftimas D., Hafsah T. Exclusive and NonExclusive Breastfeeding among Stunted and Normal 6–9 Month-Old-Children inJatinangor Subdistrict, Indonesia. Althea Med J. 2019;6(1):35-41, doi:10.15850/amj.v6n1.1598.
[10] Daming H., Hengky HK., Umar F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada. 2019;1(1):59-67.
[11] Beal T., Tumilowicz A., Sutrisna A., Izwardy D., Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia. Matern Child Nutr. 2018;14(4):1-10, doi: 10.1111/mcn.12617.
[12] Setiawan E., Machmud R., Masrul M. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. J Kesehat Andalas. 2018;7(2):275, doi: 10.25077/jka.v7.i2.p275-284.2018.
[13] Doloksaribu LG., Simatupang AM. Pengaruh Konseling Gizi Prakonsepsi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Wanita Pranikah Di Kecamatan Batang Kuis. Wahana Inov. 2019;8(2089-8592):63-73.
[14] Khusna NA., Nuryanto. Hubungan Usia Ibu Menikah Dini Dengan Status Gizi Batita Di Kabupaten Temanggung. J Nutr Coll. 2017;6.
[15] Anwar Z., Rahmah M. Psikoedukasi Tentang Risiko Perkawinan Usia Muda untuk Menurunkan Intensi Pernikahan Dini pada Remaja. Psikologia J Psikol. 2017;1(1):1, doi: 10.21070/psikologia.v1i1.749.
[16] Kartikawati R. Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. J Stud Pemuda. 2015;3(1):1-16.
[17] Sutriyanto K., Raksanagara AS., Wijaya M. Pengaruh Permainan Kartu Kasugi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa. J Sist Kesehat. 2017;1(4):193-200, doi: 10.24198/jsk.v1i4.12828.
[18] Yulizawati Y., Bustami LE., Nurdiyan A., Iryani D., Insani AA. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Education Mengenai Skrining Prakonsepsi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur Di Wilayah Kabupaten Agam Tahun 2016. J Midwifery. 2017;1(2):11, doi: 10.25077/jom.1.2.11-20.2016.
[19] Doloksaribu LG., Simatupang AM. Pengaruh Konseling Gizi Prakonsepsi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Pranikah di Kecamatan Batang Kuis. Wahana Inov. 2019;8(1)
Published
2021-01-17