MODEL KOMUNIKASI BIDAN BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM MENCEGAH KEMATIAN IBU

  • Yusriani Universitas Muslim Indonesia
Keywords: model komunikasi; pengetahuan; sikap; tindakan

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih dalam kategori tinggi karena belum mencapai target Sustainable Development Goals (SDG’S) yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2018 jumlah kasus kematian ibu di kabupaten Kolaka sebanyak 7 kasus dan di Puskesmas Kolakaasi berjumlah satu orang. Mengingat terjadinya kematian pada ibu hamil maka peningkatan komunikasi antara bidan dengan ibu hamil harus lebih efektif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan model komunikasi bidan dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah kematian ibu di Puskesmas Kolakaasi. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Lokasi penelitian bertempat diwilayah kerja Puskesmas Kolakaasi Kec. Latambaga Kabupaten Kolaka. Populasi adalah rata-rata kunjungan ibu hamil perbulan yaitu 120 orang. Sampel berjumlah 93 orang yang ditentukan dengan menggunakan rumus besar sampel Slovin. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Cara pengumpulan data dengan kuesioner dimana peneliti bertemu dengan responden dan respondenlah yang mengisi daftar pertanyaan tersebut. Variabel independent yaitu model komunikasi bidan dan variabel dependent adalah pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu. Pengukuran variabel menggunakan skala guttman dan skala likert untuk menentukan kategori variabel termasuk cukup atau kurang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara model komunikasi bidan dengan pengetahuan ibu hamil dengan nilai p-value = 0,003. Tidak ada hubungan antara model komunikasi bidan dengan sikap ibu hamil dengan nilai p-value = 0,129. Tidak ada hubungan antara model komunikasi bidan dengan tindakan ibu hamil dengan nilai p-value = 0,115. Inovasi model komunikasi dalam merubah perilaku ibu mengenai konsep pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu perlu ditingkatkan lagi sehingga komunikasi antara bidan dan ibu hamil dapat berjalan efektif. Komunikasi bidan berhubungan dengan pengatahuan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu. Diharapkan bidan dapat menerapkan model komunikasi yang inovatif dalam memberikan informasi menggunakan media informasi dan menerapakan keterampilan komunikasi yang lebih efektif.

References

[1] Yuwindi. Peran Tokoh Masyarakat Sebagai Determinan Utama dari Komitmen Kader dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. J Kesehat Poltekkes Pangkalpinang. 2017;5(2):1–8.
[2] Kemenkes RI. 2014. Pusat Data dan Informasi. Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
[3] Jayanti KD. Indeks Prediktif Risiko Kemation Ibu Di Kota Surabaya. Univeritas Airlangga; 2016.
[4] Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka. Profi Kesehatan Kota Kabupaten Kolaka. 2018.
[5] Chasanah Su. Peran Petugas Kesehatan Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Pasca Mdgs 2015. J Kesehat Masy Andalas. 2015;9(2):7.
[6] Sofiah S, Hapsari S, Sumardiyono S. Pencegahan Kematian Ibu dan Anak melalui Pendekatan Strategi Komunikasi pada Program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival). J Ilmu Komun. 2016;14(3):165–74.
[7] Haryadi Wijaya. Efektivitas Komunikasi Interpersonal Terhadap Pelayanan Kesehatan Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa (Studi Kasus Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Perawat dan Pasien). UIN Alauddin Makassar; 2014.
[8] Joko F. Komunikasi Dokter Dan Pasien Di Poly Anak Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Univeristas Muhammadiyah Malang; 2019.
[9] Notoadmodjo. (2005) Promosi Kesehatan, Teori dan aplikasi, Jakarta, Rineka cipta.
[10] Permatasari D. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Komunikasi Terapeutik Bidan Puskesmas Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2016. J Kesehat Masy. 2016;4(2):2356–3346.
[11] Green LW, Kreuter MW. Helath promotion planning-An educational and ecological approach.pdf. 2000. 298 p.
[12] Maria A. Sikap Dan Komunikasi Bidan Terhadap Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Pada Pelaksanaan Antenatal Care. J vokasi Kesehat. 2015;1(5):136–41.
[13] Prasetyaningsih A, Sudargo T, Susilo J. Pengetahuan, sikap dan ketrampilan penjamah makanan yang diberi pelatihan keamanan pangan di Instalasi Gizi RS Jantung Harapan Kita. Vol. 2, Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2005. p. 68.
[14] Dewi S, Romalita Y, Yusriani Y, Alwi MK. Perceptions of pregnant woman on monetary and time sacrifice for satisfaction based on health workers roles in antenatal services to reduce the risk of maternal death at Gowa district. Heal Sci J Indones. 2019;10(2):111–8.
[15] Yusriani, Muhammad Khidri Alwi, Yuni Romalita SD. The Role of Public Health Workers As a Facilitator In Preventing of Maternal Death In Gowa District. 2018;1:86–90.
[16] Yusriani. Implementasi Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomate’ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. 2018; (1):78–83.
[17] Muthia Sari Mardha ISMP. Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Keikutsertaan Dalam Kelas Senam Hamil Di Rumah Sakit Colombia Asia. Wind Heal. 2020;3(2):168–75.
[18] Kadivzadeh T, Katebi MS, Sepehri Shamloo Z, Essmaily H. Assessment of midwives’ communication skills at the maternity wards of teaching hospitals in Mashhad in 2014. Journal of Midwifery and Reproductive Health. 2015; 3(3):394-400 (Persian).
[19] Attarha M, Keshavarz Z, Bakhtiari M, Jamilian M. The outcome of midwife-mother relationship in delivery room: a qualitative content analysis. Health. 2016; 8(4):336.
Published
2021-01-17