LIMA IDE PEMANFAATAN mHEALTH DALAM PENINGKATAN CAKUPAN DAN KUALITAS PROGRAM ELIMINASI PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK

  • Rikawarastuti Universitas Indonesia
  • Kemal N Siregar Universitas Indonesia
Keywords: ibu hamil, mHealth, PPIA, tes HIV

Abstract

Tingkat penularan HIV dari ibu ke anak di Indonesia merupakan peringkat tertinggi di dunia sehingga seorang bayi baru lahir di Indonesia berisiko lebih tinggi untuk menderita beban penyakit yang tinggi (HIV/AIDS). Hal ini karena ibu hamil tidak segera mengetahui status HIV dirinya melalui tes HIV. Cakupan tes HIV selalu rendah dari tahun ke tahun mengindikasikan program layanan PPIA masih terabaikan meskipun telah ada kebijakan pemerintah tentang mandatory tes HIV ibu hamil di layanan ANC. Padahal, apabila pedoman PPIA dilaksanakan maka ada peluang yang besar bagi semua ibu hamil yang berkunjung ke ANC mendapatkan tes HIV. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ide kebaruan untuk memanfaatkan mHealth dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan PPIA. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan sistem melakukan eksplorasi solusi yang dapat ditawarkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan PPIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan mHealth oleh bidan adalah satu solusi untuk dapat memperbaiki kedudukan Indonesia  di dunia dalam PPIA dengan 5 (lima) ide kebaruannya yaitu (1) Mampu melakukan sistem rujukan online antar tempat layanan; (2) Mampu memberikan prediksi HIV pada ibu hamil yang datang ke layanan ANC secara smart; (3) Mampu memberikan alert apabila terdapat ibu hamil yang berisiko HIV, ibu hamil datang dengan HIV, ibu hamil tidak tes HIV, ibu dengan HIV positif tidak patuh dalam minum obat; (4) Mampu memberikan reminder jadwal minum obat bagi ibu dengan HIV positif; serta (5) Mampu mencatat dan melaporkan cakupan dan kualitas layanan secara realtime. Ide kebaruan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja bidan sekaligus meningkatkan cakupan dan kualitas layanan PPIA sehingga mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

References

[1] Boateng, D., Kwapong, G. D., & Agyei-Baffour, P. (2013). Knowledge, perception about antiretroviral therapy (ART) and prevention of mother-to-child-transmission (PMTCT) and adherence to ART among HIV positive women in the Ashanti Region, Ghana: a cross-sectional study. BMC Women’s Health, 13(1), 2. https://doi.org/10.1186/1472-6874-13-2
[2] Drake, A. L., Wagner, A., Richardson, B., & John-Stewart, G. (2014). Incident HIV during Pregnancy and Postpartum and Risk of Mother-to-Child HIV Transmission: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLoS Medicine, 11(2). https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001608
[3] Gliddon, H. D., Peeling, R. W., Kamb, M. L., Toskin, I., Wi, T. E., & Taylor, M. M. (2017). A systematic review and meta-analysis of studies evaluating the performance and operational characteristics of dual point-of-care tests for HIV and syphilis. 3–15. https://doi.org/10.1136/sextrans-2016-053069
[4] Haile, Z. T., Teweldeberhan, A. K., & Chertok, I. R. A. (2016). Correlates of women’s knowledge of mother-to-child transmission of HIV and its prevention in Tanzania: A population-based study. AIDS Care - Psychological and Socio-Medical Aspects of AIDS/HIV, 28(1), 70–78. https://doi.org/10.1080/09540121.2015.1062465
[5] Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 51 tahun 2013 tentang Pedoman Pencegahan penularan HIV dari bu ke anak, (2013). https://doi.org/10.1097/qad.0000000000001696
[6] Peraturan Menteri Kesehatan RP nomor 21 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV dan AIDS, (2013).
[7] Kementerian Kesehatan RI. (2015). Pedoman pelaksanaan pencegahan penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak bagi tenaga kesehatan.
[8] Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 4 tahun 2019 tentang Standar teknis pemenuhan mutu pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan, (2019).
[9] Kourtis, A. P., Lee, F. K., Abrams, E. J., Jamieson, D. J., & Bulterys, M. (2006). Mother-to-child transmission of HIV-1: timing and implications for prevention. The Lancet. Infectious Diseases, 6(11), 726–732. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(06)70629-6
[10] Nguyen, T. A., Oosterhoff, P., Pham, Y. N., Hardon, A., & Wright, P. (2009). Health workers’ views on quality of prevention of mother-to-child transmission and postnatal care for HIV-infected women and their children. Human Resources for Health, 7, 1–11. https://doi.org/10.1186/1478-4491-7-39
[11] Olugbenga-Bello, A. I., Adebimpe, W. O., Osundina, F. F., & Abdulsalam, S. T. (2013). Perception on prevention of mother-to-child-transmission (PMTCT) of HIV among women of reproductive age group in Osogbo, Southwestern Nigeria. International Journal of Women’s Health, 5(1), 399–405. https://doi.org/10.2147/IJWH.S45815
[12] Turan, J. M., & Nyblade, L. (2013). HIV-related stigma as a barrier to achievement of global PMTCT and maternal health goals: A review of the evidence. AIDS and Behavior, 17(7), 2528–2539. https://doi.org/10.1007/s10461-013-0446-8
[13] UNAIDS. (2017). Prevention of mother-to-child transmission ( PMTCT ) of HIV. https://www.avert.org/professionals/hiv-programming/prevention/prevention-mother-child
[14] UNAIDS. (2018). Miles to go—closing gaps, breaking barriers,righting injustices. Report, 268. https://doi.org/10.1111/j.1600-6143.2011.03542.x
Published
2021-01-17