SIKAP REMAJA DI 10 PROVINSI INDONESIA TERKAIT PERILAKU SEKSUAL PADA MASA PANDEMI COVID-19

  • Putu Erma Pradnyani Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Khoirunnisa Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Ika Nindyas Ranitadewi Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Ananius Donatus Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Ni Luh Eka Purni Astiti Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Fika Febriana Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Ni Luh Resmiadi Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Bobby Hermanto Aliansi Satu Visi (ASV)
  • Adhitya Putri Utami Aliansi Satu Visi (ASV)
Keywords: Covid; perilaku seksual; remaja

Abstract

Indonesia memperkirakan tahun 2020 terdapat 44,2 juta jiwa remaja, namun banyaknya jumlah remaja tersebut tidak diikuti dengan perbaikan masalah kesehatan reproduksi. Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) diketahui bahwa terdapat 10% remaja yang pernah melakukan hubungan seksual. Pandemi Covid-19 berpengaruh pada menurunnya akses layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, termasuk layanan kesehatan ramah remaja karena prioritas layanan pada fasilitas-fasilitas kesehatan yaitu untuk penanggulangan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan sikap remaja terkait perilaku seksual remaja sebelum Covid dan selama Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei secara daring. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September-Oktober 2020 di 10 Provinsi lembaga ASV bekerja, yaitu: Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT dan Papua. Sampel penelitian adalah 831 remaja berusia 18 hingga 24 tahun. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah usia, gender, kota asal, tingkat pendidikan, dan sikap remaja terkait perilaku seksual (remaja boleh berpelukan, berciuman, necking, hingga petting) sebelum dan selama Covid-19. Sikap diukur dengan skala likert 1-5 (sangat tidak setuju-sangat setuju). Data ditampilkan secara deskriptif dan uji beda (Wilcoxon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 831 remaja, sebagian besar (73,2%) adalah perempuan. Rata-rata usia responden remaja adalah 21 tahun. Persebaran responden di 10 kota hampir rata kecuali cukup terbatas di Kota Bengkulu. Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tamat SMA. Sikap remaja sebelum covid menyatakan 18,3% setuju remaja boleh melakukan perilaku seksual yaitu berpelukan dan 11% setuju remaja boleh berciuman, namun selama covid terlihat penurunan respon yaitu hanya 4,3% yang setuju remaja boleh berpelukan dan 2,8% setuju remaja boleh berciuman. Secara deskriptif terjadi perubahan sikap terkait perilaku seksual remaja sebelum dan selama Covid-19. Upaya pencegahan Covid-19 dengan adanya social distancing berdampak pada perubahan sikap remaja dalam hal perilaku seksual yang boleh dilakukan di era covid. Hal ini menandakan Covid-19 akan berdampak positif bagi perubahan sikap remaja terkait perilaku seksual. Nantinya bila covid-19 selesai remaja diharapkan tetap memiliki sikap positif terhadap perubahan perilaku seksual yang boleh dilakukan oleh remaja guna meningkatkan kesehatan reproduksinya.

References

[1] Catatan Jurnal Perempuan. HKSR dan Kebijakan Pembangunan, https://www.jurnalperempuan.org/uploads/1/2/2/0/12201443/jp93-cjp.pdf (2017).
[2] Wilopo SA dkk. Studi Kualitatif Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia : Program, Kebutuhan, Strategi Pemenuhan Akses Layanan Bagi Remaja Belum Menikah Di Yogjakarta. Yogjakarta, 2017.
[3] United Nations Fund for Population Activities (UNFPA). Adolescents and Youth Demographics: A Brief Overview. 2012.
[4] BPS, BKKBN K and II. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta, 2013. Epub ahead of print 2013. DOI: 10.1111/j.1471-0528.2007.01580.x.
[5] Ihsanuddin. Jokowi: Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah di Rumah Perlu Didengarkan, https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/nasional/red2020/03/16/15454571/jokowi-kerja-dari-rumah-belajar-dari-rumah-ibadah-di-rumah-perludigencarkan. (2020).
[6] Aliansi Satu Visi. Pemetaan Layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Jakarta, 2020.
[7] UNFPA-Indonesia. Prioritizing youth needs in national COVID-19 response, https://reliefweb.int/report/indonesia/prioritizing-youth-needs- national-covid-19-response (2020).
[8] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 7 Juli 2020: Kemendikbud Permanenkan Ketersediaan Platform Teknologi Belajar bukan Metode Pembelajaran Jarak Jauh, https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/7-juli-2020-kemendikbud-permanenkan-ketersediaan-platform-teknologi-belajar-bukan-metode-pembelajaran-jarak-jauh/ (2020, accessed 13 July 2020).
[9] Edwards J. Protect The Generation, https://resourcecentre.savethechildren.net/node/18218/pdf/vr59-01_protect_a_generation_report_en_0.pdf (2020).
[10] BPS. Survei demografi dan kesehatan Indonesia 2012. Jakarta, 2013.
[11] Purwatiningsih S. Perilaku Seksial Remaja dan Pengaruh Lingkungan Sosial Pada Anak-anak Keluarga Migran dan Nonmigran. J Popul; 27.
[12] Rine RC, Dogara GS, Pam MD. Knowledge , Attitude and Practice of Rabies in and Around Lafia Metropolis , Nigeria. Cent African J Public Heal 2017; 3: 27–33.
[13] Rusmiati D dan Hastono. Sikap Remaja Terhadap Keperawanan da Perilaku Seksual dalam Berpacaran. . J Kesehat Masy Nas; 10.
Published
2021-01-17