RUMAH TIDAK SELALU MENJADI SURGA: KRISIS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA BERBASIS GENDER SAAT PAGEBLUK COVID-19

  • Dian Kristiani Irawaty Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Keywords: COVID-19; kekerasan dalam rumah tangga.

Abstract

Virus corona baru (SARS-CoV-2) penyebab penyakit Covid-19 telah menyebabkan pandemi global sehinga memunculkan kebijakan restriksi sosial serta isolasi di rumah dalam kurun waktu lama. Banyak korban dan penyitas kekerasan dalam rumah tangga terpaksa diisolasi bersama dengan pelaku kekerasan. Para korban dan penyitas kekerasan dalam rumah tangga mengalami tekanan baru termasuk risiko kesehatan fisik, gangguan psikologis, isolasi, kesepian dan ketidak mampuan untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialami. Anak dan ibunya sangat rentan menjadi korban. Tujuan penelitian ini adalah menemukan inovasi dan alternatif intervensi untuk membantu korban kekerasan rumah tangga dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan review sistematik dengan mengumpulkan berbagai artikel ilmiah yang dikumpulkan melalui mesin pencari seperti Pubmed, EBSCO, Proquest, Google Scholar, ScienceDirect dan Scopus. Masa penelusuran artikel ilmiah tersebut adalah artikel yang diterbitkan bulan Februari sampai dengan Oktober 2020. Kata kunci penelusuran adalah domestic violence atau kekerasan dalam rumah tangga atau Covid-19. Dari 1276 artikel yang ditemukan, terdapat 671 artikel yang sama dan 268 artikel yang tidak sesuai kriteria. Selanjutnya terdapat 332 artikel lengkap yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian ini. Berdasarkan lima artikel yang dapat dianalisis secara lengkap dalam penelitian ini, pada masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan kekerasan terhadap perempuan khususnya pada konteks masyarakat patriarkal. Belum ada angka pasti mengenai hal ini karena para korban mengalami kesulitan melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga akibat kebijakan restriksi pergerakan serta kewajiban untuk bertahan di rumah demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Dua artikel memberikan solusi tele-health dengan psikiater serta penggunaan aplikasi baru untuk melaporkan terjadinya kasus kekerasan. Isolasi sosial yang dipaksakan akibat pandemi Covid-19 meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga khususnya bagi perempuan dan anak. Berbagai kebijakan maupun alternatif solusi perlu dilakukan untuk membantu para korban kekerasan, diantaranya melalui penggunaan tele-health dengan para psikiater maupun aplikasi pelaporan kekerasan secara daring.

References

[1] Sharma A, Borah SB. Covid-19 and Domestic Violence: an Indirect Path to Social and Economic Crisis. J Fam Violence. 2020;Jul-28:1–7.
[2] Anurudran A, Yared L, Comrie C, Katherine Harrison, Burke T. Domestic violence amid Covid‐19. Int J Gynecol Obstet. 2020;150(2):255–6.
[3] Bradbury‐Jones C, Isham L. The pandemic paradox: The consequences of Covid‐19 on domestic violence. J Clin Nurs. 2020;Apr 22:10.1111/jocn.15296.
[4] Neil J. Domestic violence and Covid-19: Our hidden epidemic. Aust J Gen Pract. 2020;49(Suppl 25).
[5] Boserup B, McKenney M, Elkbuli A. Alarming trends in US domestic violence during the COVID-19 pandemic. Am J Emerg Med. 2020;S0735-6757(20):30307–7.
[6] Sacco MA, Caputo F, Ricci P, Sicilia F, Aloe L De, Bonetta CF, et al. The impact of the Covid-19 pandemic on domestic violence: The dark side of home isolation during quarantine. Med Leg J. 2020;88(2):71–3.
[7] Telles LE de B, Valença AM, Barros AJS, Silva AG da. Domestic violence in the Covid-19 pandemic: A forensic psychiatric perspective. Braz J Psychiatry. 2020;
[8] Vora KS, Saiyed S, Natesan S. Impact of Covid-19 on family planning services in India. Sex Reprod Heal Matters. 2020;28(1).
[9] Komnas Perempuan. Kajian dinamika perubahan di dalam rumah tangga selama Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia. Jakarta: Komnas Perempuan; 2020. p. 1–9.
[10] Mazza M, Marano G, Lai C, Janiri L, Sani G. Danger in danger: Interpersonal violence during Covid-19 quarantine. Psychiatry Res. 2020;289:113046.
[11] Vora M. Covid-19 and domestic violence against women. Asian J Psychiatr. 2020;Oct(5):102227.
[12] Quattrochi J, Biaba R, Nordås R, Østby G, Alldén S, Cikara A, et al. Effects of an empowerment program for survivors of sexual violence on attitudes and beliefs: Evidence from the Democratic Republic of Congo. Int J Equity Heal. 2019;18(149).
[13] Komnas Perempuan. Kekerasan meningkat: Kebijakan penghapusan kekerasan seksual untuk membangun ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Jakarta: Indonesia: Komnas Perempuan; 2020. p. 1–91.
[14] Ferrari G, Feder G, Agnew-Davies R, Bailey JE, Hollinghurst S, Howard L, et al. Psychological advocacy towards healing (PATH): A randomized controlled trial of a psychological intervention in a domestic violence service setting. Randomized Control Trial. 2018;13(11):e0205485.
Published
2021-01-17