PEMANFAATAN LAYANAN FISIOTERAPI ANTENATAL ONLINE OLEH IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN DI MASA PANDEMI COVID-19

  • Roikhatul Jannah Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Budi Utomo Universitas Indonesia
  • Asnawi Abdullah Universitas Muhammadiyah Aceh
Keywords: telefisioterapi antenatal; fisioterapi antenatal online; kebugaran fisik kehamilan; hamil sehat bugar

Abstract

Kehamilan sehat dan bugar membutuhkan adaptasi fisiologis sistem kardiorespirasi dan musculoskeletal yang adekuat untuk persalinan positif. Layanan fisioterapi antenatal menfasilitasi ibu hamil dalam memelihara kebugaran fisik untuk kesehatan ibu dan bayinya, melalui edukasi dan program exercise rutin terprogram, namun pembatasan sosial berskala besar membutuhkan pendekatan layanan dalam bentuk telefisioterapi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pemanfaatan program fisioterapi antenatal online oleh ibu hamil di masa pandemic covid-19. Satu set program fisioterapi antenatal berupa: (1) penyuluhan program pemeliharaan kebugaran kehamilan; (2) program senam fisioterapi antenatal; (3) dan layanan diskusi keluhan kebugaran dan masalah muskuloskeletal diberikan secara online kepada 117 ibu hamil melalui media whatsapp dan akses link you tube. Intervensi dilaksanakan dalam jangka waktu 2 bulan, 6 Mei- 3 Juli 2020. Pemaparan materi penyuluhan dan panduan pelaksanaan senam fisioterapi antenatal dilakukan melalui media video dan dapat diakses oleh responden melalui link you tube yang diposting pada grup whatsapp. Responden mengikuti pelaksanaan kegiatan dari tempat tinggal masing-masing. Data partisipasi responden sebagai ukuran pemanfaatan terhadap program dinilai berdasarkan keaktifan pada grup whatsapp dan jumlah viewer you tube. 468 ibu hamil terdata pada 46 RT dari 5 kota: Kota Bekasi, Kota Jakarta, Kota Depok, Kota Bogor dan Kota Pontianak. 117 ibu (25%) bersedia berpartisipasi pada program dan masuk ke dalam grup whatsapp. Pertanyaan paling banyak pada diskusi grup whatsapp adalah bagaimana mengatasi pegal pada pinggang dan kram kaki. Hasil evaluasi partisipasi menunjukkan bahwa 117 ibu hamil aktif merespon pada grup wa, 65 viewer youtube pada topik penyuluhan (55,5%), 156 viewer youtube topik dan pelaksanaan senam fisioterapi antenatal (103,3%). Respon subyektif menyatakan rasa lebih nyaman dan pengurangan pegal di pinggang. Pemanfaatan program tinggi pada kegiatan yang menfasilitasi peserta untuk aktif dan mendapatkan feedback lebih cepat yaitu diskusi dan senam fisioterapi antenatal, dibandingkan pada intervensi penyuluhaan yang pasif dan rendah.

References

Huthwaite M. Moriarty H. RCTRKL. The pregnancy. Arch Womens Ment Health. 2012;
[2] Waldenström U, Hildingsson I, Rubertsson C, Rådestad I. A negative birth experience: Prevalence and risk factors in a national sample. Birth. 2004;31(1):17–27.
[3] Madhuri G. Textbook of Physiotherapy for Obsteric & Gynecological Conditions. Vol. 9, Textbook of Physiotherapy for Obsteric & Gynecological Conditions. 2007. 39–44 p.
[4] Mota MJ, Cardoso M, Carvalho A, Marques A, Sá-Couto P, Demain S. Women’s experiences of low back pain during pregnancy. J Back Musculoskelet Rehabil. 2015;28(2):351–7.
[5] Ramachandra P, Maiya AG, Kumar P, Kamath A. Prevalence of musculoskeletal dysfunctions among Indian pregnant women. J Pregnancy. 2015;2015.
[6] Ayanniyi O, Sanya AO, Ogunlade SO, Oni-Orisan MO. Prevalence and pattern of back pain among pregnant women attending ante-natal clinics in selected health care facilities. African J Biomed Res. 2009;9(3):149–56.
[7] World Health Organization (WHO). WHO Recomendation on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Luxembourg: World Health Organization; 2016.
[8] World Health Organization (WHO). WHO recommendations on maternal health: guidelines approved by the WHO Guidelines Review Committee. Genewa: World Health Organization; 2017.
[9] Thomas P, Baldwin C, Bissett B, Boden I, Gosselink R, Granger CL, et al. Physiotherapy management for COVID-19 in the acute hospital setting: clinical practice recommendations. J Physiother [Internet]. 2020;66(2):73–82. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jphys.2020.03.011
[10] Haines KJ, Berney S. Physiotherapists during COVID-19: usual business, in unusual times. J Physiother [Internet]. 2020;66(2):67–9. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jphys.2020.03.012
[11] Lee A. COVID-19 and the Advancement of Digital Physical Therapist Practice and Telehealth. American Physiotherapy Asociation (APTA). Oxford University Press; 2020.
[12] Rizaldi O. 10 Media sosial ini paling banyak digunakan oleh orang Indonesia [Internet]. Brilio Net. 2019 [cited 2020 Aug 16]. Available from: https://www.brilio.net/creator/10-media-sosial-ini-paling-banyak-digunakan-oleh-orang-indonesia-e5e00f.html
[13] Jayani DH, Fitra S. 10 Media Sosial yang Paling Sering Digunakan di Indonesia | Databoks [Internet]. Databoks. 2020 [cited 2020 Aug 16]. Available from: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/26/10-media-sosial-yang-paling-sering-digunakan-di-indonesia
[14] Ananta Toer P. Berita: Daftar Persentase Pengguna Media Sosial di Indonesia. Tempo Institute [Internet]. 2019 [cited 2020 Aug 16]; Available from: https://tempo-institute.org/berita/persentase-pengguna-media-sosial/
[15] Hartanto AT. Riset: Ada 175,2 Juta Pengguna Internet di Indonesia [Internet]. Detikinet. 2020 [cited 2020 Aug 16]. Available from: https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-pengguna-internet-di-indonesia
[16] Duarte F. Berapa banyak waktu yang dihabiskan rakyat Indonesia di media sosial? - BBC News Indonesia. BBC News Indonesia [Internet]. 2019 [cited 2020 Aug 16]; Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-49630216
[17] Widyananda RF. 10 Macam Media Sosial yang Paling Sering Digunakan Oleh Orang Indonesia | merdeka.com [Internet]. Merdeka.com. 2020 [cited 2020 Aug 16]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/10-macam-media-sosial-yang-paling-sering-digunakan-oleh-orang-indonesia-kln.html
Published
2021-01-17