ANALISIS TEMPAT PERSALINAN, SUMBER PEMBIAYAAN DAN KOMPLIKASI PERSALINAN PEREMPUAN USIA 15-54 TAHUN DI PROVINSI PAPUA BARAT

  • Rani Elviyanti Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Sarah Fadhila Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Apriliani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nur Fadhilah Hasanah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Putra Apriadi Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Keywords: Persalinan, Perempuan, Komplikasi, Papua Barat

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN, yaitu 305 kasus per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Tingginya angka kematian ibu tidak terlepas dari adanya ibu hamil yang melakukan persalinan di rumah, para penolong persalinan bukan tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan dan tingginya insiden komplikasi pada ibu saat persalinan. Provinsi Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1.242 perempuan usia 15-54 tahun di Provinsi Papua Barat, Indonesia. penelitian ini menggunakan data sekunder dan merupakan analisis lanjut data Riskesdas Papua Barat tahun 2018 (Riskesdas tahun 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28,58% perempuan di pedesaan memilih tempat non-fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan, sedangkan perempuan  di perkotaan 7,56% memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan. Sumber pembiayaan persalinan tertinggi perempuan di perdesaan menggunakan Asuransi sebanyak 29,75% dan perempuan di perkotaan menggunakan asuransi sebanyak 35,12%. Terdapat 14,64% perempuan usia 15-54 tahun di Provinsi Papua Barat memiliki riwayat komplikasi saat persalinan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pada sebagian besar perempuan usia 15-54 tahun di provinsi papua barat, Indonesia dalam hal memilih tempat persalinan dominan perempuan menggunakan Fasilitas Kesehatan dan  sebagian besar bertempat tinggal di daerah pedesaan. Perempuan di papua barat cenderung memilih sumber pembiayaan saat persalinan dengan asuransi dan mayoritas tinggal di wilayah perkotaan. Komplikasi ataupun gangguan saat persalinan dominan terjadi pada perempuan dengan usia 20-34 tahun yang dimana memiliki status pendidikan yang tinggi dan dominan bertempat tinggal di pedesaan.

References

[1] World Health Organization (WHO). Trends in maternal mortality 1990 to 2015. Estimates developed by WHO, UNICEF, UNFPA and The World Bank. 2015;80. Available from: http://datatopics.worldbank.org/hnp/files/Trends in Maternal Mortality 1990 to 2015 full report.PDF
[2] RISKESDAS. LAPORAN PROVINSI PAPUA BARAT. J Chem Inf Model. 2018;53(9):1689–99.
[3] Wulan Sari T, Agushybana F, Dharmawan Y. ANALISIS SPASIAL PEMILIHAN TEMPAT PERTOLONGAN PERSALINAN DI KELURAHAN SENDANGMULYO SEMARANG TAHUN 2010. J Kesehat Reproduksi. 2011;1:113–24.
[4] Hermawan A, Penelitian P, Pengembangan D, Daya S, Kesehatan P, Litbang B, et al. GAMBARAN PILIHAN PERSALINAN OLEH TENAGA NON KESEHATAN/ TANPA PERTOLONGAN DI INDONESIA Description of Delivery Preferences by Traditional Birth Attendants/None in Indonesia. J Kesehat Reproduksi. 2017;8(1):89–102.
[5] Sabatini K, Inayah T. Determinan Komplikasi Persalinan Pada Ibu Pernah Menikah Usia 15-49 Tahun Di Provinsi Banten Tahun 2007 (Determinants of Delivery Complications in Ever-Married Women among 15-49 Years Old in Banten Province , 2007). Kesehat Reproduksi. 2012;3(April):38–45.
[6] Husnida N, Yuningsih N. Hubunganantara Keikutsertaan Ibu Hamil Pada Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Dengan Kejadian Komplikasi Persalinan Diwilayah Kerja Puskesmas Warunggunung Kabupaten Lebak 2016. J Med (Media Inf Kesehatan). 2017;4(1):59–68.
[7] SDKI. Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia. BKKBN. 2017;
[8] Kemenkes RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, RISKESDAS. 2017 Survei Demografi dan Kesehatan. Ris Kesehat Dasar 2018. 2018;1–446.
[9] J M, D M. A FRAMEWORK FOR ANALYZING THE DETERMINANTS OF MATERNAL MORTALITY. Stud Fam Plann. 1992;1:23–33.
[10] Dwi Pramardika D. Faktor Presdiposisi Ibu Usia Remaja Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Kecamatan Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. MPPKI. 2019;2(2):165.
[11] Dwi Wulandari M, Zoraya E. Pengaruh Pemberdayaan Wanita terhadap Pemilihan Penolong Persalinan pada Tenaga Kesehatan Terampil. Media Kesehat Masy [Internet]. 2020;16(1):116–26. Available from: https://ejurnal.undana.ac.id/MKM/
[12] Sandra Renanta B. KESEHATAN ( Studi Kasus di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo ). 2020.
[13] BPJS Kesehatan. Panduan Praktis Pelayanan Kebidanan dan Neonatal. 2014;1–14. Available from: https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/c2145cecc7a821fe00e19d57e67bc950.pdf
[14] Khan SM, Singh K, Health C, Hill C, Section A, United T, et al. THE ASSOCIATION BETWEEN HEALTH INSURANCE COVERAGE AND SKILLED BIRTH ATTENDANCE IN GHANA:NA NATIONAL STUDY. HHS PUBLIC ACCESS. 2018;20(3):534–41.
[15] Hidayah P, Wahyuningsih HP, Kusminatun K. Hubungan Tingkat Risiko Kehamilan dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. J Kesehat Vokasional. 2018;3(1):39.
[16] Simarmata OS, Sudikno S, Kristina K, Bisara D. Determinan Kejadian Komplikasi Persalinan Di Indonesia: Analisis Data Sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010. J Kesehat Reproduksi. 2015;5(3).
Published
2021-01-17