PELAKSANAAN DAN EFEKTIVITAS PROGRAM BISKUIT PMT IBU HAMIL KEK DI KABUPATEN MAGELANG

  • Aniek Prihatin Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang
Keywords: efektifitas, PMT, ibu hamil, KEK

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah dengan kasus stunting pada balita tinggi. Salah satu program yang telah berjalan dalam rangka menurunkan angka stunting di daerah tersebut adalah program pemberian biskuit PMT bagi ibu hamil KEK. Guna mengoptimalkan program tersebut, perlu adanya evaluasi terkait pelaksanaan program dan efektivitasnya. Penelitian ini dilaksanakan   pada lingkup Dinas Kesehatan Magelang dan empat puskesmas di Kabupaten Magelang pada Juli-November 2019. Empat Puskesmas dipilih secara random sampling mewakili sebaran daerah di Kabupaten Magelang yaitu Puskesmas Ngablak, Puskesmas Tempuran, Puskesmas Grabag, dan Puskesmas Kaliangkrik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan mengevaluasi indikator input, proses, output, outcome, dan impact. Analisis data kualitatif dengan analisis teori grounded. Hasil penelitian dari aspek input menunjukkan bahwa masih terdapat kebijakan di tingkat Puskesmas terkait sasaran program yang belum tepat. Belum adanya pedoman yang tersosialisasikan. Sarana paling banyak dikeluhkan adalah tidak adanya gudang yang standar. Evaluasi aspek proses diantaranya belum adanya sosialisasi dan monitoring serta evaluasi program. Tidak dilakukan perencanaan distribusi dengan baik. Evaluasi dari aspek output hampir seluruh ibu hamil KEK telah mendapatkan biskuit meskipun dengan jumlah yang tidak sesuai standar. Hanya sekitar 50 % responden yang menghabiskan biskuit. Alasan responden tidak menghabiskan biskuit lebih banyak karena merasa eneg ketika mengonsumsinya. Evaluasi outcome dan dampak dari program ini sulit diukur karena tidak adanya pengukuiran LiLA secara rutin dan bahan intervensi yang diberikan tidak dalam jumlah yang sesuai standar. Penelitian ini menyimpulkan pelaksanaan program PMT Ibu hamil KEK di Kabupaten Magelang belum sesuai dengan juknis dan dampak  program ini tidak dapat diukur karena monitoring serta evaluasi yang tidak dilakukan serta didokumentasikan. Banyak aspek sosial budaya yang dapat digunakan untuk mendukung perbaikan program ini.

References

Black RE, Victora CG, Walker SP, Bhutta ZA, Christian P, De Onis M, et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet. 2013;382(9890):427–51.
[2] Olofin I, McDonald CM, Ezzati M, Flaxman S, Black RE, Fawzi WW, et al. Associations of Suboptimal Growth with All-Cause and Cause-Specific Mortality in Children under Five Years: A Pooled Analysis of Ten Prospective Studies. PLoS One. 2013;8(5).
[3] Victora CG, Adair L, Fall C, Hallal PC, Martorell R, Richter L, et al. Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. Lancet. 2008;371(9609):340–57.
[4] Grantham-McGregor S, Cheung YB, Cueto S, Glewwe P, Richter L, Strupp B. Developmental potential in the first 5 years for children in developing countries. Lancet. 2007;369(9555):60–70.
[5] International Food Policy Research Institute. Global Nutrition Report [Internet]. Heidi Fritschel, Terra Carter, Pamela Stedman-Edwards and JW, editor. Washington, DC: International Food Policy Research Institute; 2015. Available from: http://www.thousanddays.org
[6] ASEAN/UNICEF/WHO (2016). Regional Report on Nutrition Security in ASEAN – Volume 2 [Internet]. Vol. 2. Bangkok: UNICEF; 2016. 1–158 p. Available from: http://www.unicef.org/eapro/12205_22043.html%0Awww.unicef.org/eapro%0Awww.asean.org%0Ahttp://www.unicef.org/eapro/12205_22043.html
[7] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Lembaga Penerbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.
[8] Peraturan Presiden Republik Indonesia No 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Perbaikan Gizi. 2013. p. 1–16.
[9] Rosha BC, Sari K, SP IY, Amaliah N, Utami NH. Peran Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif dalam Perbaikan Masalah Gizi Balita di Kota Bogor. Bul Penelit Kesehat. 2016;44(2):127–38.
[10] TNP2K. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). sekretariat Wakil Presiden. 2017.
[11] Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Balita-Ibu Hamil-Anak Sekolah) 2017. Jakarta;
[12] Tela FG, Bezabih AM, Adhanu AK. Effect of pregnancy weight gain on infant birth weight among mothers attending antenatal care from private clinics in Mekelle City, Northern Ethiopia: A facility based follow-up study. PLoS One [Internet]. 2019;14(3):1–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0212424
[13] Patel A, Prakash AA, Das PK, Gupta S, Pusdekar YV, Hibberd PL. Maternal anemia and underweight as determinants of pregnancy outcomes: Cohort study in eastern rural Maharashtra, India. BMJ Open. 2018;8(8):1–15.
[14] Yaya S, Wang R, Tang S, Ghose B. Intake of supplementary food during pregnancy and lactation and its association with child nutrition in Timor Leste. PeerJ. 2018;2018(11):1–16.
[15] Puslitbang SDPK. Hasil Utama RISKESDAS 2018 Provinsi Jawa Tengah. Jakarta; 2018.
[16] United Nations Children’s Fund (UNICEF). Improving Child Nutrition - The achievable imperative for global progress. United Nations Children’s fund [Internet]. New York: United Nations Children’s Fund (UNICEF); 2013. 4 p. Available from: www.unicef.org/publications/index.html
Published
2021-01-17