ANALISIS FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA KURIR PENGANTAR BARANG DI WILAYAH TANGERANG SELATAN TAHUN 2020

  • Elna Ihsania Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Dewi Utami Iriani Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Keywords: Kelelahan Kerja Subjektif, Kurir Pengantar Barang, Logistik

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah yang sering kali diabaikan dan dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Kurir pengantar merupakan salah satu pekerja yang berisiko mengalami kelelahan, terutama di masa pandemik Covid-19 dimana pemesanan e-commerce semakin meningkat dikarenakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga kebutuhan akan layanan kurir pun meningkat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subjektif pada kurir di Wilayah Tangerang Selatan. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kurir pengantar barang di Wilayah Tangerang Selatan sebanyak 90 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelelahan kerja subjektif yang diukur dengan menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, status merokok, total waktu tidur, dan kualitas tidur dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran langsung. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, pada derajat kepercayaan (α) 5% diperoleh bahwa usia (P-value=0,028 ; OR = 2,87), status gizi (P-value=0,036 ; OR = 2,71), lama kerja (P-value=0,000 ; OR = 5,78), total waktu tidur (P-value=0,000 ; OR = 8,40)  dan kualitas tidur (P-value=0,000 ; OR = 20,2) memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja subjektif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa responden yang mengalami kelelahan berat yaitu sebanyak 46,7% dan yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 53,3%. Dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat 5 variabel yang memiliki hubungan bermakna yaitu variabel usia, status gizi, lama kerja, total waktu tidur dan kualitas tidur. Disarankan kepada pemilik usaha logistik untuk mengatur membuat kebijakan untuk mengurangi beban kerja sesuai dengan usia pekerja, menyediakan snack, memastikan waktu kerja tidak berlebihan sehingga nantinya pekerja mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

References

[1] National Safety Council. NSC Fatigue Reports. US; 2017. Available from https://www.nsc.org/work-safety/safety-topics/fatigue/survey-report. Diakses pada Mei 2020
[2] Techera U, Hallowell M, Stambaugh N, Littlejohn R, Causes And Consequences Of Occupational Fatigue: Meta-Analysis And Systems Model. J. Occup. Environ. Med; 2016, 961–973. Https://Doi.Org/10.1097/JOM.0000000000000837
[3] Setyawati L. Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books; 2010
[4] Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. Jasa Logistik melesat di era e-commerce. 2016. Available from https://kominfo.go.id/content/detail/6707/jasa-logistik-melesat-di-era-ecommerce/0/sorotan_media. Diakses pada Mei 2020
[5] Irawan F. Kecelakaan di Tangsel Tahun 2019 Meningkat. Polres Tangsel; 2019. Diakses pada April 2020
[6] Research Committee On Industial Fatigue. Symposium On Methodology In Human Fatigue Assessment. Kyoto: London, Taylor & Francis; 1969
[7] Morad Y, Barkana Y, Zadok D, Hartstein M, Pras E, Bar-Dayan Y. Ocular parameters as an objective tool for the assessment of truck drivers fatigue. Accid Anal Prev; 2009. 41(4):856-860. doi:10.1016/j.aap.2009.04.016
[8] Ismiarni H, Widjasena B, Jayanti S. Hubungan Postur Kerja Dengan Kejadian Kelelahan Otot Punggung Pada Pekerja Mebel Bagian Pengamplasan Di PT. X Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip); 2017 Jan;5(1):369-377
[9] Tarwaka SH. Ergonomi Industri, Dasar-dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja. Edisi Ke-1. Surakarta: Harapan Press; 2013
[10] Kusgiyanto W, Suroto S, Ekawati E. Analisis Hubungan Beban Kerja Fisik, Masa Kerja, Usia, Dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Pembuatan Kulit Lumpia Di Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip); 2017 Oct;5(5):413 - 423. Diakses pada Maret 2020
[11] Meilani M. Hubungan Antara Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengendara Ojek Online Komunitas Manguni Rider Online Sario. 2019. Manado: Jurnal Kesmas Vol. 8. Available from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/viewFile/26213/25846. Diakses pada Juni 2020
[12] Rati, H. Gambaran Kelelahan Kerja Pada Awak Mobil Tangki Di Terminal Bahan Bakar Minyak PT. Pertamina (Persero) Medan Group Labuhan Deli Tahun 2017 [Thesis]. 2017. Universitas Sumatera Utara: Fakultas Kesehatan Masyarakat USU
[13] Carlos, Daniel dkk. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pengemudi Truk Tangki Di Terminal BBM PT. Pertamina (Persero) Kec. Latambaga Kab. Kolaka Tahun 2016. 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat: Sulawesi Tenggara
Published
2021-01-17