PELIBATAN PEMANGKU KEBIJAKAN DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI SMARTPHONE UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN HIV/AIDS

  • Dinar Saurmauli Lubis Udayana University Denpasar
  • Desak Putu Yuli Kurniati Udayana University Denpasar
  • Luh Putu Sinthya Ulandari Udayana University Denpasar
  • Ngakan Putu Anom Harjana Mahidol University Salaya
Keywords: HIV/AIDS, aplikasi mobile, Kita Banget

Abstract

HIV-AIDS telah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat sejak dua dekade yang lalu hingga saat ini. Secara tidak seimbang, prevalensi HIV lebih tinggi ditemukan pada populasi rentan seperti perempuan pekerja sex, waria, laki laki suka laki laki, pengguna narkoba suntik dan pekerja migran, dibandingkan dengan masyarakat umum. Ketertindasan sosial seperti dikucilkan dan di stigma sering dialami oleh kelompok masyarakat ini yang mengakibatkan keterbatasan dalam mengakses layanan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat termasuk layanan pencegahan dan treatmen HIV. Kelompok masyarakat yang terpinggirkan ini cenderung untuk menutup diri dan sulit untuk dijangkau oleh sistem kesehatan. Situasi sosial masyarakat akibat COVID-19 disinyalir memperburuk akses dari kelompok yang terpinggirkan ini dalam mengakses layanan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menilai feasibility sebuah applikasi smartphone yang dapat digunakan untuk meningkatkan akses terhadap dan kualitas upaya pencegahan dan layanan HIV pada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2020. Metode pengumpulan data menggunakan FGD dan survey dengan 7 skala Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ). Analisis data FGD menggunakan metode tematik analisis. Rangkaian Focus Group Disscusion dilakukan dengan melibatkan perwakilan LSL, petugas lapangan, dan pemangku kebijakan seperti petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Denpasar dan Badung. Hasil analisis menemukan bahwa partisipan menyambut baik rencana pengembangan ini karena dinilai dapat meningkatkan akses terhadap layanan HIV/AIDS. Selain itu, partisipan berharap aplikasi ini memiliki enam fitur utama, yaitu layanan tes HIV, layanan ARV, informasi kesehatan, riwayat pemeriksaan, layanan konseling, dan panggilan darurat. Aplikasi ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan layanan kesehatan yang sudah ada sehingga dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan HIV/AIDS. Secara keseluruhan, Aplikasi Kita Banget sangat potensial untuk dikembangkan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk pengembangan prototipe dan analisis penerimaan Aplikasi Kita Banget.

References

[1] UNAIDS. Country: Indonesia 2019 [cited 2020 10 Oct ]. Available from: https://www.unaids.org/en/regionscountries/countries/indonesia.

[2] IMOH. Report on HIV-AIDS and STI cases quarter IV of 2019, Jakarta (Laporan perkembangan HIV-AIDS & penyakit infeksi menular seksual triwulan IV tahun 2019). Jakarta: Ministry of Health, 2020 17 Feb 2020. Report No.

[3] IMOH. Integrated Biological and Behavioral Surveillance (IBBS). Jakarta: Ministry of Health Republic Indonesia, 2019.

[4] Dourado I, Magno L, Soares F, Massa P, Nunn A, Dalal S, et al. Adapting to the COVID-19 Pandemic: Continuing HIV Prevention Services for Adolescents Through Telemonitoring, Brazil. AIDS and Behavior. 2020:1.

[5] Grov C, Rendina HJ, Parsons JT. Comparing three cohorts of MSM sampled via sex parties, bars/clubs, and Craigslist.org: Implications for researchers and providers. AIDS education and prevention : official publication of the International Society for AIDS Education. 2014;26(4):362-82. PubMed PMID: PMC4116634.

[6] Anand T, Nitpolprasert C, Kerr SJ, Apornpong T, Ananworanich J, Phanuphak P, et al. Implementation of an online HIV prevention and treatment cascade in Thai men who have sex with men and transgender women using Adam's Love Electronic Health Record system. Journal of Virus Eradication 2017;3:15-23.

[7] Anand T, Ananworanich J, Sohn A, Meranti T, Yunishastuti E, Imran D, et al. A culturally sensitive online communication campaign to reach hidden men who have sex with men (MSM) for HIV/STI prevention and testing in Indonesia. IAS Conference on HIV Pathogenes, Treatment and Prevention Kuala Lumpur, Malaysia. Kuala Lumpur: IAS; 2013.

[8] Anand T, Nitpolprasert C, Trachunthong D, Kerr SJ, Janyam S, Linjongrat D, et al. A novel Online‐to‐Offline (O2O) model for pre‐exposure prophylaxis and HIV testing scale up. JIAS. 2017;20(1):21326.

[9] Bauermeister JA, Pingel ES, Jadwin-Cakmak L, Harper GW, Horvath K, Weiss G, et al. Acceptability and preliminary efficacy of a tailored online HIV/STI testing intervention for young men who have sex with men: The Get Connected! program. AIDS and Behavior. 2015;19(10):1860-74.

[10] Castillo-Arcos LdC, Benavides-Torres RA, López-Rosales F, Onofre-Rodríguez DJ, Valdez-Montero C, Maas-Góngora L. The effect of an Internet-based intervention designed to reduce HIV/AIDS sexual risk among Mexican adolescents. AIDS Care. 2016 2016/02/01;28(2):191-6.

[11] Lubis DS. Creating space for young men who have sex with men (YMSM) to develop ideas on using the internet for HIV prevention: Auckland University of Technology; 2018.

[12] Pinem AA, Yeskafauzan A, Handayani PW, Azzahro F, Hidayanto AN, Ayuningtyas D. Designing a health referral mobile application for high-mobility end users in Indonesia. Heliyon. 2020;6(1):e03174.

[13] UNAIDS. Fast tracking combination prevention combination prevention. Towards reducing new infection to fewer than 500.000 by 2010. Switzerland: UNAIDS, 2015.

[14] DiNenno EA, Prejean J, Irwin K, Delaney KP, Bowles K, Martin T, et al. Recommendations for HIV screening of gay, bisexual, and other men who have sex with men—United States, 2017. MMWR Morbidity and mortality weekly report. 2017;66(31):830.

[15] Berger M, Wagner TH, Baker LC. Internet use and stigmatized illness. Social science & medicine. 2005;61(8):1821-7.

[16] Balán IC, Lopez-Rios J, Nayak S, Lentz C, Arumugam S, Kutner B, et al. SMARTtest: a smartphone app to facilitate HIV and syphilis self-and partner-testing, interpretation of results, and linkage to care. AIDS and Behavior. 2020;24(5):1560-73.
[17] Van Gorp P, Comuzzi M, Jahnen A, Kaymak U, Middleton B. An open platform for personal health record apps with platform-level privacy protection. Computers in Biology and Medicine. 2014 2014/08/01/;51:14-23.
[18] Dehling T, Gao F, Schneider S, Sunyaev A. Exploring the Far Side of Mobile Health: Information Security and Privacy of Mobile Health Apps on iOS and Android. JMIR mHealth uHealth. 2015 2015/01/19;3(1):e8.
Published
2021-01-17