PEMETAAN EFEK SPASIAL PADA ANGKA PREVALENSI KONTRASEPSI DI PROVINSI JAWA BARAT

  • Indra Elfiyan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Keywords: Geospatial, CPR, Kemiskinan, APM, TPAK

Abstract

Hasil Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) menunjukkan angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) di Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2018 sebesar 59,1 persen menjadi 56,97 persen pada tahun 2019. Disamping itu, masih tingginya disparitas mCPR antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Hal ini diduga terdapat ketergantungan spasial yang disebabkan perbedaan kondisi karakteristik antar wilayah berdasarkan faktor sosial dan ekonomi, serta kondisi geografis berdampak pada disparitas mCPR antar wilayah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengelompokkan spasial secara lokal, serta hubungan spasial berdasarkan faktor sosial dan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan observasi berupa data kewilayahan sebanyak 27 kabupaten/kota dari Laporan Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dan Laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik. Variabel dependen adalah mCPR dan variabel independen, yaitu Angka Partipasi Murni tingkat SMA (APM), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan persentase penduduk miskin. Metode analisis data menggunakan Bivariate Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk memetakan pengelompokkan dan hubungan spasial yang signifikan antar wilayah. Studi ini menunjukkan kabupaten/kota yang saling berdekatan memiliki hubungan spasial yang signifikan (p-value < 0,05), yaitu TAPK terhadap mCPR terdapat 9 kabupaten/kota, APM terhadap mCPR sebanyak 11 kabupaten/kota, dan persentase penduduk miskin terhadap mCPR sebanyak 17 kabupaten/kota. Selain itu, peta klaster hasil uji bivariat LISA antara APM, TAPK atau persentase penduduk miskin terhadap mCPR dibagi kedalam kuadran yang terdiri dari wilayah kategori High-High, High-Low, Low-High dan Low-Low. Dengan demikian, terdapat hubungan spasial antar kabupaten/kota yang berdekatan berdasarkan hubungan APM, TAPK dan persentase penduduk miskin terhadap mCPR, sehingga dalam melakukan intervensi penguatan program Keluarga Berencana untuk lebih fokus secara tematik dan berbasis segmentasi sasaran prioritas wilayah dengan APM dan TAPK yang masih rendah, serta wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

References

[1] Adebayo, S., Gayawan, E., Ujuju, C., & Ankomah, A. Modelling Geographical Variations and Determinants Of Use Of Modern Family Planning Methods Among Women Of Reproductive Age In Nigeria. Journal of Biosocial Science, 45(1), 57-77. 2013 doi:10.1017/S0021932012000326. Diakses pada 14 November 2020
[2] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Renstra BKKBN Tahun 2020-2024. 2020. Available from: https://jdih.bkkbn.go.id/produk/detail/?id= 165 . Diakses pada 14 November 2020.

[3] Badan Pusat Statistik. Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018. Available from https://jabar.bps.go.id/publication/2018/12/31/9e786524d74fb648d56b3517/statistik-kesejahteraan-rakyat-provinsi-jawa-barat-2018.html. Diakses pada 14 November 2020
[4] Badan Pusat Statistik Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat. 2019 Available from https://jabar.bps.go.id/publication/2019/11/21/7e49c949996c40f8e27c656a/indikator-kesejahteraan-rakyat-provinsi-jawa-barat-2019.html. Diakses pada 14 November 2020.
[5] Gakidou, E., & Vayena, E. Use of modern contraception by the poor is falling behind. PLoS Medicine, 4(2), 0381–0389. 2007 https://doi.org/10.1371/journal.pmed.004031. Diakses pada 14 November 2020
[6] Islam A. Prevalence and Determinants of Contraceptive use among Employed and Unemployed Women in Bangladesh. Int J MCH AIDS. 2016;5(2):92–102. Diakses pada 14 November 2020
[7] Kandala, N., Lukumu, F., Mantempa, J., Kandala, J., & Chirwa, T. Disparities In Modern Contraception Use Among Women In The Democratic Republic Of Congo: A Cross-Sectional Spatial Analysis Of Provincial Variations Based On Household Survey Data. Journal of Biosocial Science, 47(3), 345-362. .2013 doi:10.1017/S0021932014000212
[8] Lee, J. dan Wong, D. W. S. Statistical Analysis with Arcview GIS. New York: John Wiley and Sons. 2011. Diakses pada 14 November 2020
[9] Lakew Y, Reda AA, Tamene H, Benedict S, Deribe K. Geographical variation and factors influencing modern contraceptive use among married women in Ethiopia: Evidence from a national population based survey. Reprod Health [Internet]. 2013;10(1):1. Available from: Reproductive Health. Diakses pada 14 November 2020.

[10] Nyarko SH. Spatial variations and socioeconomic determinants of modern contraceptive use in Ghana: A Bayesian multilevel analysis. PLoS One [Internet]. 2020;15(3):1–12. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.02 30139. Diakses pada 14 November 2020
[11] Okoli ML, Alao S, Ojukwu S, Emechebe NC, Ikhuoria A, Kip KE. Predictive and spatial analysis for estimating the impact of sociodemographic factors on contraceptive use among women living with HIV/AIDS (WLWHA) in Kenya: Implications for policies and practice. BMJ Open. 2019;9(1). Diakses pada 14 November 2020
[12] Rafi A, Diastina N, Handajani SS, Slamet I, Statistika PS. Analisis Model Geographically Weighted Regression (Gwr) Pada Kasus Jumlah Peserta Kb Aktif Di Provinsi Jawa Tengah. Pros Semin Nas Geotik. 2019;364–73. Diakses pada 14 November 2020.
[13] Rios-Zertuche D, Blanco LC, ZúñigaBrenes P, Palmisano EB, Colombara D V.,
Mokdad AH, et al. Contraceptive
knowledge and use among women living in the poorest areas of five Mesoamerican countries. Contraception [Internet].
2017;95(6):549–57. Available from:
http://dx.doi.org/10.1016/j.contraception.2
017.01.005. Diakses pada 14 November
2020
[14] Wusu, O. Contraceptive Prevalence and Poverty Reduction among Women in Seven West African Countries. 2011. Available from:https://www.semanticscholar.org/pa per/Contraceptive-Prevalence-and-Poverty-Reduction-in-Wusu/. Diakses pada 14 November 2020.
[15] Yesuf KA. Geographical variation and factor associated with modern contraceptive utilization among Young married women aged between 15-24 years : Spatial and multilevel analysis of EDHS 2016 . 2016. Diakses pada 14 November 2020
[16] Zvavitch, P., Rendall, M.S., Hurtado-Acuna,C. et al. Contraceptive Consistency and Poverty After Birth. Popul Res Policy Rev (2020). https://doi.org/10.1007/s11113-020-09623-6. Dakses pada 14 November 2020
Published
2021-01-17