BAGAIMANA LAYANAN KELUARGA BERENCANA RESPONS TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA: STUDI KASUS DI 8 KABUPATEN/KOTA

  • Prastuti Soewondo Universitas Indonesia
  • Gita Maya Koemara Sakti Think Well Institute
  • Nurul Maretia Rahmayanti Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
  • Dwi Oktiana Irawati Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
  • Retno Pujisubekti Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
  • Adwin Haryo Indrawan Sumartono Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
  • Mira Nurfitriyani Universitas Indonesia
Keywords: KB, penyesuaian layanan; puskesmas; praktik mandiri bidan; kader

Abstract

COVID-19 sangat berdampak pada keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan KB. Dalam panduan pelayanan KB tertulis himbauan untuk menunda kehamilan selama pandemi dan menganjurkan akseptor KB tidak datang ke petugas kesehatan kecuali mempunyai keluhan. Kajian ini memotret respons penyesuaian layanan KB selama pandemi COVID-19, dan memberikan rekomendasi penguatan kebijakan layanan program kedepan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali perspektif melalui diskusi kelompok terpumpun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Praktik Mandiri Bidan. Telaah literatur kebijakan dan artikel ilmiah dilakukan untuk mendukung analisis. Purposive random sampling digunakan untuk pemilihan lokasi. Kebijakan penyesuaian layanan KB pada masa pandemi COVID-19 terbit dua bulan setelah Pemerintah menetapkan kondisi kedaruratan sehingga menimbulkan ketidakpastian pelayanan di fase awal. Sesuai prediksi, telah terjadi penurunan kunjungan akseptor KB di Puskesmas dan PMB dengan rentang 30% - 50%. Salah satu kekhawatiran adalah logistik alat kontrasepsi tidak tersedia pada waktunya sehingga pasangan usia subur (PUS) harus berupaya ekstra untuk mendapat alat kontrasepsi di luar layanan Puskesmas dan PMB. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pengeluaran dari kantong sendiri (out-of-pocket payment) dalam mengakses layanan KB. Sebagai pencegahan peningkatan angka kehamilan dan kelahiran, Puskesmas bekerja sama dengan kader dan penyuluh KB untuk mendistribusikan alat kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan kondom. Layanan suntik KB dan IUD sendiri tetap dilaksanakan di Puskesmas dan PMB melalui mekanisme penjadwalan kunjungan pasien. Penyesuaian layanan KB telah berjalan di fasilitas kesehatan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan program selama pandemi, PMB, Kader, dan Penyuluh KB berkontribusi kuat untuk mendukung Puskesmas dalam implementasi layanan. Dukungan bimbingan teknis, insentif, dan proteksi diri perlu diberikan pada para mitra tersebut agar dapat mendukung Puskesmas dengan lebih optimal.

References

[1] Atun R., Coker, R. J. et al. (2007) Systematic Rapid Assessment Toolkit (SYSRA): A toolkit for rapid assessment of health systems and tuberculosis control. Advisory Group on Health Systems Development, Division of Country Support, World Health Organisation European Regional Office.
[2] Bietsch, Williamson, dan Reeves, (2020). Family Planning During and After the West African Ebola Crisis. Studies in Family Planning https://doi.org/10.1111/sifp.12110
[3] Biro Perencanaan BKKBN. (2020). Paparan Strategi BKKBN dalam Mengantisipasi Pandemi COVID-(Available at: http://www.djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2020/06/BOKB-pada-masa-covid-19-ed.pdf
[4] Family Planning 2020. (2020). Indonesia FP2020 Country Indicator Summary Sheet: 2018 – 2019 Progress Report. (Available at: http://www.familyplanning2020.org/sites/default/files/Data-Hub/2019CI/Indonesia_2019_CI_Handout.pdf)
[5] Kementerian Kesehatan. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan
[6] Kementerian Kesehatan. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan
[7] Kementerian Kesehatan. (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan
[8] Kementerian Kesehatan. (2019). Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan
[9] Kementerian Kesehatan. (2014). Riset Kesehatan Dasar 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan
[10] National Population and Family Planning Board - BKKBN, Statistics Indonesia - BPS, Ministry of Health - Kemenkes, and ICF. 2018. Indonesia Demographic and Health Survey 2017. Jakarta, Indonesia: BKKBN, BPS, Kemenkes, and ICF.
[11] Parpia, A. S., Ndeffo-Mbah, M. L., Wenzel, N. S., & Galvani, A. P. (2016). Effects of response to 2014-2015 ebola outbreak on deaths from malaria, hiv/aids, and tuberculosis, West Africa. Emerging infectious diseases, 22(3), 433–441. https://doi.org/10.3201/eid2203.150977
[12] UNFPA. (2020). Impact of the COVID-19 Pandemic on Family Planning and Ending Gender-based Violence, Female Genital Mutilation and Child Marriage. (Available at: https://www.unfpa.org/resources/impact-covid-19-pandemic-family-planning-and-ending-gender-based-violence-female-genital)
[13] World Health Organization. (2020). WHO coronavirus disease (COVID-19) dashboard. Accessed from https://covid19.who.int/ on 10 August 2020.
Published
2021-01-17