MODIFIKASI LAYANAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) DI ERA NEW NORMAL DALAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN KESEHATAN

  • Manda Hafni Permana Universitas Indonesia
  • Syahrizal Universitas Indonesia
  • Novriani Puskesmas Kecamatan Penjaringan
  • Andy Ristiawan Puskesmas Kecamatan Penjaringan
Keywords: Layanan Kesehatan, UKBM, Pandemi COVID-19, Inovasi, Quality Improvement

Abstract

COVID-19 telah merubah dinamika kehidupan manusia, bahkan hampir semua aktivitas produktif terhenti. Hasil Survei Kemenkes RI Tahun 2020 sekitar 83,9% pelayanan kesehatan diseluruh Indonesia terdampak. Puskesmas Kecamatan Penjaringan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berupaya untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) yang berdampak akibat pandemik yaitu pada Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan indikator Program Penyakit Tidak Menular (PTM) yang berpotensi tinggi menjadi komorbid pada pasien COVID-19 dan Imunisasi yang apabila cakupannya menurun dapat berpotensi terjadinya Kejadian Kuar Biasa (KLB). Desain studi ini adalah Pre-Experimental. Kegiatan ini mengambil pilot project di wilayah RW.12 Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara yang memiliki capaian indikator terendah.Pelaksanaan kegiatan Mulai dari April-Agustus 2020. Populasi kegiatan ini adalah masyarakat usia produktif 15-59 tahun serta balita yaitu anak usia 0-59 bulan dengan teknik purposive sampling. Jumlah Populasi 1205 dengan total sampel 282 orang.Metode yang digunakan adalah Quality Improvement Approach dengan Pendekatan PDSA Cycle (Plan, Do, Study, and Action) dengan menggunakan mix method 7 Tools of Quality. Kegiatan ini menghasilkan inovasi berupa modifikasi layanan UKBM secara mobile dan berbasis digital mulai dari pendaftaran hingga sistem pencatatan dan pelaporan yang dinamakan “KAMPUNG UPNORMAL” yaitu Kendalikan Penyakit Masa Pandemi dengan Gerakan UKBM Periode New Normal. Intervensi ini berhasil mengaktifkan kembali layanan UKBM seperti Posbindu dan Pos Imunisasi dengan Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19, serta meningkatkan capaian indikator SPM yaitu skrining kesehatan dari 2,15% menjadi 3,51% dan imunisasi dari 5,9% menjadi 11,9%. Hal ini diiringi dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang layanan UKBM dan COVID-19 beserta pencegahannya dari 76,8% menjadi 80,2%. Masyarakat yang mendapatkan layanan UKBM yaitu sebanyak 41 orang usia produktif dan 99 orang balita yang mendapatkan imunisasi maupun vitamin A. Layanan UKBM di Wilayah Kecamatan penjaringan dapat berjalan kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang didukung dengan sistem berbasis digital. Penerapan sistem kesehatan terintegerasi masih memerlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih banyak lagi dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Karena sesungguhnya masalah kesehatan bukan hanya sekedar urusan tim kesehatan melainkan juga menjadi tanggung jawab semua sektor untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

References

[1] Aggarwal A, Mehta S, Gupta D, Sheikh S, Pallagatti S, Singh R, et al. Clinical & immunological erythematosus patients characteristics in systemic lupus Maryam. J Dent Educ 2012;76:1532–9. https://doi.org/10.4103/ijmr.IJMR.
[2] Darmawan ES, Junadi P, Bachtiar A, Najib M. Mengukur Tingkat Pemberdayaan Masyarakat dalam Sektor Kesehatan. Kesmas Natl Public Heal J 2012;7:91. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i2.68.
[3] Restila TR& R. (ANALYSIS OF COMMUNITY EMPOWERMENT AS PREVENTION OF Tuti Restuastuti & Ridha Restila 2018;2:51–8.
[4] Arisanti N, Sunjaya D. Gambaran Pemanfaatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (Ukbm) Di Kecamatan Jatinangor. J Sist Kesehat 2016;1:7–11. https://doi.org/10.24198/jsk.v1i1.10336.
[5] Khaleghi A, Mohammadi MR, Jahromi GP, Zarafshan H. New ways to manage pandemics: Using technologies in the era of COVID-19, a narrative review. Iran J Psychiatry 2020;15:236–42. https://doi.org/10.18502/ijps.v15i3.3816.
Published
2021-01-31