PERILAKU PENGASUH DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DI DUSUN RANDUGUNTING, KALASAN, SLEMAN, DIY

  • Khoiriyah Isni Universitas Ahmad Dahlan
  • Marisa Agustina Universitas Ahmad Dahlan
Keywords: MP-ASI, perilaku, pengasuh, promosi kesehatan

Abstract

Kekurangan gizi balita dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa. Demikian, masalah gizi balita masih menjadi focus utama program pemerintah. Selain asupan gizi seimbang, faktor perilaku pengasuh juga ternyata berdampak pada status gizi balita. Praktik pemberian makanan pada balita masih banyak dilakukan oleh pengasuh atau nenek dari balita. Fenomena ini juga ditemukan pada masyarakat di Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY. Alasan utama adalah kesibukan bekerja dari para orang tua, sehingga mendelegasikan tugas pengasuhan termasuk pemberian makanan pada balita pada pengasuh atau nenek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pengasuh dalam pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua, pengasuh (nenek atau asisten rumah tangga) yang berada di wilayah Dusun Randugunting, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Variable bebas yang diteliti adalah tingkat pengetahuan dan sikap responden, sedangkan variabel terikatnya adalah perilaku pengasuh dalam pemberian MP-ASI. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner berisi pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pemberian MP-ASI. Data dianalisis secara univariate dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dan perilaku pengasuh dalam pemberian MP-ASI (p-value = 0.317). Kemudian, tidak ada hubungan bermakna antara sikap dan perilaku pengasuh dalam pemberian MP-ASI (p-value = 0.264). Namun, walaupun tidak ada hubungan bermakna, responden menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam belajar untuk dapat menyiapkan MP-ASI yang tepat pada balita. Pengetahuan dan sikap menunjukkan hubungan yang tidak bermakna terhadap perilaku pengasuh dalam pemberian MP-ASI kepada balita. Namun demikian, tetap diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kepada para pengasuh balita dalam praktik pemberian MP-ASI, sehingga permasalahan gizi buruk dapat diatasi dengan baik. Kegiatan dapat dilakukan sesuai jadwal posyandu, sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik.

References

[1] UGM CHF. Masalah Gizi di Indonesia. 8 November 2019. 2019. Available from: https://chub.fisipol.ugm.ac.id/2019/11/08/masalah-gizi-di-indonesia/#:~:text=KekuranganGizi,-Salahsatucontoh&text=Rata-rata prevalensi balita stunting,) di Indonesia%2C 2018).
[2] Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2018. Ministry of Health Republic of Indonesia; 2018.
[3] Dinas Kesehatan DIY. Profil Kesehatan D.I Yogyakarta tahun 2018. Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018. 2019. Available from: http://www.dinkes.jogjaprov.go.id/download/download/27.
[4] Dinas kesehatan Sleman. Profil Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2018. Dinas Kesehatan Kab. Sleman. 2018.
[5] Rahayu A, Rahman F, Marlinae L, Husaini, Meitria, Yulidasari F, et al. Buku Ajar Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan. 2018. 234 p.
[6] Yogyakarta DKK. Profil Kesehatan 2019 (Data Tahun 2018) [Internet]. Vol. 107, Pemerintah Kota Yogyakarta Dinas Kesehatan. 2019. Available from: https://journal.uny.ac.id/index.php/natapra ja/article/view/12619
[7] Ahmad A, Madanijah S, Dwiriani CM, Kolopaking R. Pengetahuan, sikap, motivasi ibu, dan praktik pemberian MP-ASI pada anak usia 6-23 bulan: studi formatif di Aceh. J Gizi Klin Indones. 2019;16(1):1.
[8] Andriyani R. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang MP-ASI terhadap Waktu Pemberian MP-ASI pada Bayi. J Penelit Kesehat Suara Forikes. 2018;9(1):36–9.
[9] Srimiati M, Melinda F. Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Berkaitan dengan Ketetapan Pemberian MP-ASI Bayi USia 6-12 Bulan di Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta. J AcTion Aceh Nutr J. 2020;5(1):7–12.
[10] Lina, Khaira N, AS E. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Pemberian MP-ASI yang Terlalu Dini di Desa Blang Kandis Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2014. J Kesehat Ilm Nasuwakes. 2015;8(2):176–88.
[11] Notoatmodjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
[12] Ramli R. Hubungan Pengetahuan dan Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Sidotopo. Indones J Heal Promot Heal Educ. 2020;8(1):36–46.
[13] Adam S, Pakaya S. Hubungan Pengetahuan , Pendidikan Dan Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI ( MP – ASI ) Pada Bayi Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. J Ilm Bidan. 2014;2(2):64–70.
[14] Pancarani LM, Pramono D, Nugraheni A. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu pada Informasi MP-ASI di Buku KIA dengan Pemberian MP-ASI Balita Usia 6-24 Bulan di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Kedokt Diponegori. 2017;6(2):716–27.
[15] Darmawan FH, Nur E, Sinta M. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Perilaku Pemberian MP-ASI yang Tepat pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Desa Sekarwangi Kabupaten Sumedang. Midwife J. 2015;1(2):32–42.
Published
2021-01-17