HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN BIDAN TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 PADA PELAYANAN KIA DI KALIMANTAN SELATAN

  • Misna Tazkiah Akbid YAPKESBI
  • Fakhriyah PSKM FK ULM
  • Faizah Wardhina STIKes Husada Borneo
  • Dessy Faulina STIKes Husada Borneo
Keywords: Bidan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan Covid-19

Abstract

Pandemi Covid -19 mengancam semua orang, tidak terkecuali ibu yang sedang mengandung. Sesuaipetunjuk praktis layanan kesehatan ibu dan BBL pada masa pandemi, tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan tentang penularan Covid-19, tanda bahaya dan gejala kegawatdaruratan ibu danbayi baru lahir. Tenaga kesehatan juga diharapkan memahami tata laksana ibu hamil/ ibu bersalin/bayi baru lahir dengan komplikasi atau kegawat daruratan serta alur pelayanan kesehatan ibu dan bayidalam situasi pandemi, memahami indikasi, pemakaian, melepaskan dan membuang Alat PelindungDiri (APD) yang dipakai serta mematuhi penggunaannya dengan benar. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan bidan tentang pencegahan penularanCovid 19 pada pelayanan KIA di wilayah Kalimantan Selatan. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan di wilayah Kalimantan Selatan. Sampel diambil dengan metode Purposive Sampling sebanyak 59 orang. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap bidan, sedangkan variabel dependen adalah tindakan bidan tentang pencegahan penularan Covid-19 pada pelayanan KIA. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner google forms. Meotde analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Berdasarkan hasil analisis univariat diperoleh bahwa pengetahuan bidan baik sejumlah 32 orang (54,2%), sikap positif sebanyak 57 orang (96,6%), tindakan ya (melakukan tindakan pencegahan) sebanyak 58 orang (98,3%). Hasil uji fisher exact (CI = 95%) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tindakan bidan tentang pencegahan penularan Covid-19 pada pelayanan KIA (p = 0,458) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan bidan tentang pencegahan penularan Covid-19 pada pelayanan KIA (p = 1,000). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan bidan tentang pencegahan penularan Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

References

[1] Pokja Infeksi Saluran Reproduksi POGI. Rekomendasi Penanganan Infeksi Virus Corona (COVID-19) pada Maternal (Hamil, Bersalin dan Nifas). Surabaya : s.n., 2020.
[2] World Health Organization. [Online] [Cited: Juni 2, 2020.] who.int/indonesia/news/novelcoronavirus/.
[3] Gugus Tugas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Prov Kalimantan Selatan. corona.kalselprov.go.id. [Online]
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : Pusdiklatnakes Kemenkes RI, 2014.
[5] Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Protokol Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Selama Pandemi COVID-19. Nomor : B-4 (05 April 2020)
[6] World Health Organization. [Online] [Cited: Juni 2, 2020.] who.int/indonesia/news/novelcoronavirus/qa-during-pregnancy.
[7] Notoatmodjo S. Teori -Teori Perilaku. Dalam: Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, 2010.
[8] Azwar S. Sikap Manusia (Teori dan Pengukuran). Edisi 2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007.
[9] Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip - Prinsip dasar. Jakarta : Rineka Cipta, 2003.
[10] Sarwono S. Sosiologi Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, 2004.
[11] Damanik SM. Kepatuhan Hand Hygiene di rumah Sakit Immanuel Bandung. Students e-Journal, 2012. 1 (1), 29.
[12] Rosvara, Roza F. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Kelurahan Pasir Kuda Kota Bogor terhadap Vektor Penyakit Chikungunya.. IPB Repository. Bogor Agriculture University, 2013.
[13] Ramadhani T., Hasmiwati, Yenita. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Masyarakat terhadap Pencegahan Penyakit Chikungunya dan Vektornya di Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok. Jurnal Kesehatan Andalas, 2017. 6 (2).
[14] Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, 2011
Published
2021-01-17