TINGKAT KEPATUHAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KONSUMSI BUAH BIT DENGAN KENAIKAN KADAR HB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEC. JATINEGARA DAN PUSKESMAS KEC. KRAMAT JATI JAKARTA TIMUR

  • Mella Yuria R.A Universitas Binawan
  • Irwanti Gustina Universitas Binawan
  • Wahinda Rahmatia Universitas Binawan
Keywords: Dukungan Suami, Kenaikan kadar Hb, Kepatuhan

Abstract

Kejadian anemia di Indonesia masih tinggi dan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Anemia yang sering dijumpai pada kehamilan adalah akibat kekurangan zat besi (Fe), terjadi karena meningkatnya kebutuhan zat besi untuk mensuplai fetus dan plasenta Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan dan dukungan suami terhadap konsumsi buah bit dengan kenaikan kadar Hb di wilayah kerja Puskesmas Kec.Jatinegara dan Puskesmas Kec.Kramat Jati Jakarta Timur. Desain peneltian ini yaitu pre-experimental the one group pretest-posttest design dilakukan pada populasi ibu hamil di Puskesmas Kec. Jatinegara dan di Puskesmas Kec.Kramat Jati. Besar sampel ditentukan secara purposive sampling yaitu sebanyak 20 orang ibu hamil yang mengkonsumsi buah bit. Analisis dilakukan hingga tahapan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square (x²). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi buah bit yaitu 60% ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi buah bit. Kepatuhan (p-value 0,000) dan dukungan suami (p-value 0,001) terhadap ibu hamil untuk mengkonsumsi buah bit memiliki pengaruh dalam menaikkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia. Untuk dapat membantu mempercepat kenaikan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia, kepatuhan serta dukungan suami kepada ibu hamil dengan anemia untuk mengkonsumsi buah bit memiliki peran yang cukup besar. Dukungan suami merupakan salah satu faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi buah bit. Dukungan suami berupa dukungan moril membantu meningkatkan kepatuhan ibu untuk mengkonsumsi buah bit.

References

[1] Noverstiti, Elsy. (2012).Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang tahun2012. STIKES Peringsewu Lampung. http://repository.unand.ac.id/id/eprint/19184. Diakses pada 5 September 2020.
[2] Salmariantity.(2012). Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilirtahun 2012.Jakarta: FK UI. Diakses pada 7 September 2020.
[3] Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf. Diakses pada 5 September 2020.
[4] WHO (2015). Worldwide prevalenceof anemia2013-2015.WHO global database on Anemia Geneva,World Health Organization. https://www.who.int/docs/default-source/gho-documents/world-health-statistic-reports/world-health-statistics-2015.pdf. Diakses pada 6 September 2020.
[5] Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru. https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2017/04_Riau _2017.pdf. Diakses pada 7 September 2020.
[6] Afnita, D. 2004. Hubungan Perilaku Ibu Hamil dan Motivasi Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak BADROL AINI Medan Tahun 2004. Skripsi Mahasiswa FKM USU. Diakses pada 20 Agustus 2020.
[7] Puslitbangkes. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013. https://www.kemkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Diakses pada 22 Agustus 2020.
[8] Herawati C, Astuti Sri. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Gizi pada Ibu Hamil diPuskesmas Jalaksana Kuningan Tahun 2010. Jurnal Kesehatan Kartika. 1(1) : 51–8. http://fmipa.umri.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/Novi-lestari-Faktor-anemia-pd-ibu-hamil.pdf. Diakses pada 5 September 2020.
[9] Manuaba, I.B.G. (2014). Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC
[10] Sumiyarsi I, Angesti N, Sri M, Erindra B.C. Faktor- faktor yang mempengaruhi hemoglobin ibu hamil trimester III. Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya. 2018; 6(2): 1-6. https://jurnal.uns.ac.id/placentum/article/view/22836. Diakses pada 7 September 2020.
[11] Nanik F. (2006). Hubungan Pendapatan Rumah Tangga Dalam Pengetahuan Terhadap Status Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang Tahun 2005-2006. Skripsi. UNDIP. Diakses pada 20 Agustus 2020.
[12] Gustina, I.. Manfaat Pemberian Jus Buah Bit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin. Jurnal Ilmiah Bidan 2020.Vol.5. http://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/11805?issue=Vol%205%20No%201%20(2020). Diakses pada 7 September 2020.
[13] Maulina. (2018). Perbandingan Efektivitas Madu Denganekstrak Buah Bit (Beta Vulgaris) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Mencit Putih Jantan ( Mus Musculus L ) Strain Double Ditsch Webster. Anatomical Medical Journal Vol.1 No.3. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/AMJ/article/view/2310. Diakses pada 8 September 2020
[14] Mandariska (2014). Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe terhadap kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kalijagar 1 Wonosobo. http://digilib.unisayogya.ac.id/276/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf. Diakses pada 7 September 2020.
Published
2021-01-17