PERBEDAAN KESIAPSIAGAAN SISWA SMPN PADA ZONA MERAH DAN HIJAU TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA PADANG TAHUN 2020

  • Mutiara Devica Universitas Andalas
  • Septia Pristi Rahmah Universitas Andalas
  • Putri Nilam Sari Universitas Andalas
Keywords: Gempa Bumi, Kesiapsiagaan, Perbedaan, Siswa, Tsunami

Abstract

Kota Padang berada dibawah ancaman Megatrust Mentawai. Gempa bumi 30 September 2009 mengakibatkan 60 siswa menjadi korban. Siswa merupakan kelompok rentan terhadap risiko bencana, sehingga kesiapsiagaan siswa sangat perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesiapsiagaan siswa SMP Negeri pada zona merah dan zona hijau terhadap bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Padang Tahun 2020. Jenis penelitan ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri yang berada di zona merah  dan zona hijau bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Padang. Populasi penelitian ini adalah 3.603 siswa, jumlah sampel sebanyak 118 responden. Teknik pengambilan sampel kecamatan pada masing-masing zona secara purposive sampling sedangkan pengambilan sampel siswa secara systematic random sampling. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan, pengetahuan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, mobilisasi sumber daya pada siswa SMP Negeri zona merah lebih tinggi dibandingkan zona hijau serta terdapat perbedaan yang signifikan pada kesiapsiagaan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), rencana tanggap darurat (p=0,000), sistem peringatan dini (p=0,000), mobilisasi sumber daya (p=0,034) pada zona merah dan zona hijau terhadap bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Padang. Terdapat perbedaan kesiapsiagaan, pengetahuan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, mobilisasi sumber daya pada zona merah dan zona hijau. Diharapkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk membuat kegiatan kesiapsiagaan bencana di sekolah secara komprehensif dan berkesinambungan disemua zona.

References

[1] Suharwoto, Gogot. Modul Pilar Sekolah Amam Bencana. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta UNESCO, 2015.
[2] Noor, Djauhari. Pengantar Geologi. Yogyakarta : Deepublish, 2014.
[3] LIPI. Indonesia Miliki 127 Gunung Api Aktif. [Online], Mei 02, 2012. [Cited: April 28, 2020.] http://lipi.go.id/lipimedia/indonesia. ISSN 2086-5309.
[4] Triutomo, Sugeng, dan Teddy W. Indeks Rawan Bencana Indonesia. Jakarta : BNPB, 2013.
[5] Rahcmawati, D. Modul Training of Trainer Evakuasi Mandiri bagi Masyarakat Pantai Terhadap Bahaya Tsunami. Jakarta : LIPI, 2011.
[6] Kardono, Priyadi. Atlas Bentanglahan Edisi Sumatera. Cibinong : Badan Informasi Geospasial, 2015.
[7] Fidia R, Pujiastuti D, Sabarani. Korelasi Tingkat Seismisitas dan Periode Ulang Gempa di Kepulauan Mentawai dengan Menggunakan Metode Guttenberg-Ricther. Padang : Jurnal Fisika Unand, 2018, Vol. 1.
[8] Triyono, Rahmat. Review Gempa Bumi Sumatera Barat 30 September 2009 Sebagai Upaya Mitigasi Bencana. 2015 : s.n.
[9] Oktari, Dian dan Sumodo Manurung. Model Geospasial Potensi Kerentanan Tsunami Kota Padang . Jakarta : BMKG, 2010, Vol. 11.
[10] DIBI BNBP. Dampak Kejadian Gempa Bumi di Kota Padang Tahun 2009. [Online] [Cited: September 11, 2019.] https://bnpb.cloud/dibi/.
[11] Syarif, Hilman dan Mastura. Hubungan Self Efficacy dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Dan 6 Banda Aceh. 2, Banda Aceh : Idea Nursing Jurnal, 2015, Vol. 4. ISSN 2087-2879.
[12] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tanggap, Tangkas, Tangguh Menghadapi Bencana . Jakarta : BNPB, 2017.
[13] Ahmadi, Ahmad Amar. Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gempa Bumi Berdasarkan Status Kesiagaan Sekolah di SMP Negeri 1 dan 2 Imogiri Bantul Yogyakarta. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, 2016.
[14] Sacristan, Risky. Tingkat Pengeahuan Siswa Kelas VIII Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di SMP N 2 Baki Kabupaten Sukoharjo. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016.
Published
2021-01-17