PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN E-SKRINING BAGI DETEKSI IBU HAMIL RISIKO TINGGI

  • Kusumaratna RK Universitas Trisakti
  • Dwiputri AA Universitas Trisakti
  • Desyanti N Universitas Trisakti
  • Tobing E Puskesmas Kelurahan Ulujami
  • Lestari YP Puskesmas Kelurahan Ulujami
Keywords: e-skrining; ibu hamil risiko tinggi; kader; pemberdayaan

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia menempati urutan tertinggi di ASEAN, 307 per 100.000 kelahiran hidup. Data tahun 2019 pada salah satu puskesmas didapatkan 141 kasus persalinan ibu dengan komplikasi, hanya 101 kasus terdeteksi dengan risiko tinggi. Oleh karena itu perlu memanfaatkan teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam proses deteksi ibu hamil risiko tinggi untuk menurunkan AKI. Studi desain secara action research di Puskemas kelurahan Ulujami Jakarta Selatan dengan sasaran pada 50 kader dari 25 posyandu, pemegang program dan bidan mandiri secara consecutive sampling dari Oktober – Desember 2019. Intervensi dengan mengembangkan sistem skrining deteksi ibu hamil risiko tinggi berbasis daring berdasarkan Kartu Skor Poedji Rochjati, hasil pencatatan skrining langsung terkirim pada pemegang program. Pelatihan dan sosialisasi penggunaan e-skrining serta edukasi tanda dan risiko kehamilan risiko tinggi dibuat pula dalam bentuk e-book. Pre dan posttest untuk menilai keberhasilan edukasi yang diberikan dianalisis dengan Paired T-test. Terdapat perbedaan pemahaman sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pada kader (p=0,000), serta ketrampilan dalam melakukan e-skrining dengan menggunakan metoda daring bagi kader posyandu. Mempermudah tugas evaluasi dan monitoring pemegang program berdasarkan hasil yang terkirim dalam bentuk google spreadsheets. Kader kesehatan dapat ikut berperan serta dalam melakukan deteksi di lingkungannya, terutama pada ibu hamil risiko tinggi. Teknologi tepat guna dan tepat sasaran dapat mempermudah tugas dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan deteksi ibu hamil risiko tinggi di lingkungannya.

References

[1] Kementerian Kesehatan RI. Rencana Strategis Kesehatan Tahun 2015-2019. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MenKes/52/2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2015
[2] Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 97 Tahun 2014.Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.2014
[3] Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 43 Tahun 2016. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.2016
[4] Nuraisya W. Deteksi Risiko Tinggi Kehamilan Pada Pelayanan ANC Terpadu di Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri. Jurnal Kesehatan Andalas.2018;7(2).
[5] Qudriani M, Seventina NH. Persepsi Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Dingi dengan Kepatuhan Melakukan ANC di Desa Begawat Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Tahun 2016. Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT). 2017
[6] Ristrini, Oktarina. Upaya Peningkatan Deteksi Dini Risiko Dingi Kehamilan Melalui Kelengkapan Pengisian Buku KIA oleh Bidan di Kabupaten Bangkalan Jawat Timur Tahun 2013. Bulletin Penelitian Sistem Kesehatan.2014;17 (3): 215-225.
[7] Widarta GD, Muhammad ACL, Agus S, Windhu P. Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil dengan Kartu Skor Poedji Rochjati dan Pencegahan Faktor Empat Terlambat. Majalah Obstetri & Ginekologi.2015; 23(1): 28-32.
Published
2021-01-17