PERAN KELAS AYAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS ANTENATAL CARE

  • Delmaifanis Universitas Indonesia
  • Kemal Nazarudin Siregar Universitas Indonesia
  • Herlyssa Poltekkes Jakarta 3
Keywords: Kelas ayah; Kualitas antenatal care; persiapan persalinan; sikap suami

Abstract

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 305/100.000 kelahiran hidup masih merupakan masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya angka kejadian kematian ibu adalah kurangnya perhatian dalam perawatan kehamilan (antenatal care). Melibatkan partisipasi masyarakat khususnya suami, untuk meningkatkan kualitas asuhan antenatal, diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu. Dukungan suami memiliki andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu, karena seorang istri yang sedang hamil selain finansial juga membutuhkan banyak dukungan secara biologis dan psikologis. Salah satu upaya meningkatkan kualitas antenatal care dalam mempersiapkan persalinan adalah dengan mengadakan “Kelas Ayah” selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kelas ayah terhadap kualitas antenatal care berdasarkan kesiapan ibu menghadapi persalinan. Desain penelitian Quasi ekperimen. Kelompok Intervensi adalah suami ibu hamil yang mengikuti kelas ayah sebanyak minimal 3 kali, kelompok kontrol adalah ibu hamil yang suaminya tidak mengikuti kelas ayah. Teknik pengambilan sampel dengan quota sampling, terhadap ibu dengan usia kehamilan < 30 minggu,  jumlah sampel sebanyak 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Cengkareng pada Juli – Desember tahun 2018. Analisis data dilakukan dengan uji chi square, uji Paired t-test, serta uji Multivariat dengan Regresi Logistik. Faktor ibu (Umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas) tidak berhubungan dengan kesiapan ibu menghadapi persalinan. Kelas ayah berhubungan dengan kesiapan menghadapi persalinan, yaitu meningkatkan pengetahuan suami p= 0,000 dan sikap suami p= 0,010. Uji multivariat, faktor yang berpengaruh terhadap sikap suami adalah kelas ayah dan umur suami. Peran kelas ayah dalam upaya peningkatan kualitas asuhan antenatal adalah meningkatkan  pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan, sehingga sikap suami lebih baik terhadap ibu hamil, serta persiapan yang lebih baik dalam menghadapi persalinan.

References

BAPPENAS. Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 - 2024. Kementeri PPN/ Bappenas. 2019;313.

BKKBN, BPS, Kementerian Kesehatan, USAID. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. BKKBN. Jakarta; 2018.

WHO. WHO recomendation on antenatal care for a positive pregnancy experience. 2016;

Mohammed BH. Do Men Matter in Maternal and Child Health? Roles of Male Partners’ Involvement in Access and Utilization of ANC/PMTCT of HIV Services among Pregnant Women in Addis Ababa, Ethiopia. ProQuest Diss Theses. 2015;(September):236.

Kemenkes. Permenkes No.39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Kemenkes 2016 p. 10.

Maluka SO, Peneza AK. Perceptions on male involvement in pregnancy and childbirth in Masasi District, Tanzania: A qualitative study. Reprod Health. 2018;15(1).

Rahman AE, Perkins J, Salam SS, Mhajabin S, Hossain AT, Mazumder T, et al. What do women want? An analysis of preferences of women, involvement of men, and decision-making in maternal and newborn health care in rural Bangladesh. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):1–13.

Sopari A, Wattie AM. Partisipasi Suami dalam Perawatan Kehamilan, Persalinan da Pasca persalinan dan Perawatan Bayi di Indonesia [Internet]. Univeritas Gajah Mada; 2010. Available from: ttp://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=Penelitian

McPherson RA, Khadka N, Moore JM, Sharma M. Are birth-preparedness programmes effective? Results from a field trial in Siraha District, Nepal. J Heal Popul Nutr. 2006;24(4):479–88.

Saifudin, Bari A. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2002.

Kalisa R, Malande OO. Birth preparedness, complication readiness and male partner involvement for obstetric emergencies in rural Rwanda. Pan Afr Med J. 2016;25.

Siskayuni Wiwin; Abdillah, Siti RH. Hubungan Dukungan Suami dengan Persiapan Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sewon 1 Tahun 2014. J Kesehat SAMODRA ILMU [Internet]. 2016;(Vol 7, No 1 (2016): jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU-Januari 2016). Available from: http://ejournal.stikes-yogyakarta.ac.id/index.php/jksi/article/view/95

Tancred T, Marchant T, Hanson C, Schellenberg J, Manzi F. Birth preparedness and place of birth in Tandahimba district, Tanzania: What women prepare for birth, where they go to deliver, and why. BMC Pregnancy Childbirth [Internet]. 2016;16(1):1–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1186/s12884-016-0945-5

Budiarti V, Putri R, Amelia CR. Hubungan Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan. J Issues Midwifery. 2018;2(1):1–18.

Gamelia E, Sistiarani C, Masfiah S. Determinan Perilaku Perawatan Kehamilan. Kesmas Natl Public Heal J. 2013;

Kashaija DK, Mselle LT, Mkoka DA. Husbands’ experience and perception of supporting their wives during childbirth in Tanzania. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):1–10.

Salehi A, Fahami F, Beigi M. The effect of presence of trained husbands beside their wives during childbirth on women’s anxiety. Iran J Nurs Midwifery Res. 2016;21(6):611.

Sudirman S, Puspitawati H, Muflikhati I. Peran Suami dalam Menentukan Kesejahteraan Subjektif Istri pada Saat Hamil dan Melahirkan. J Ilmu Kel dan Konsum. 2019;12(1):26–37.

Matseke MG, Ruiter RAC, Rodriguez VJ, Peltzer K, Setswe G, Sifunda S. Factors associated with male partner involvement in programs for the prevention of mother-to-child transmission of HIV in rural South Africa. Int J Environ Res Public Health. 2017;14(11).

Published
2021-02-26
How to Cite
Delmaifanis, Siregar, K. N., & Herlyssa. (2021). PERAN KELAS AYAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS ANTENATAL CARE. IAKMI Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 1-8. https://doi.org/10.46366/ijkmi.2.1.1-8