PELIBATAN LAYANAN SWASTA UNTUK PENCAPAIAN ELIMINASI PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK DI SULAWESI SELATAN

  • Kemal Nazarudin Siregar Universitas Indonesia
  • Laily Hanifah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Rikawarastuti Politeknik Kesehatan Jakarta
Keywords: PPIA, HIV, LKB, ibu hamil, konseling

Abstract

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan epidemi HIV tertinggi dengan prevalensi sebesar 0,4% pada orang dewasa dan 26,6% penularan dari ibu ke anak karena rendahnya cakupan ibu hamil yang diperiksa HIV.  Untuk mengetahui penyebab rendahnya cakupan ini dibutuhkan penelitian di Indonesia terutama di Sulawesi Selatan yang termasuk 10 provinsi dengan kasus HIV dan AIDS tertinggi di Indonesia namun tingkat cakupan pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pelaksanaan dan penyebab masih rendahnya cakupan PPIA di dua lokasi, Kota Makassar sebagai ibukota Sulawesi Selatan dengan kasus HIV tertinggi dan Kabupaten Maros yang bersebelahan dengan Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik focus group discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi di puskesmas dan rumah sakit. Data diambil dengan triangulasi data dari beberapa sumber (ibu hamil atau menyusui, bidan, pengelola program di puskesmas, pengelola program di RS, dan pengelola program di dinas kesehatan) dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil pelaksanaan program dan layanan PPIA di Kota Makassar dan Kabupaten Maros menunjukkan bahwa cakupan tes HIV pada ibu hamil belum 100%. Hal itu disebabkan oleh masih terbatasnya puskesmas yang memberikan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) dan pemberdayaan bidan untuk terlibat dalam program PPIA. Selama ini pemberdayaan baru diberikan bagi bidan yang bekerja di Puskesmas LKB semata, belum ada pemberdayaan untuk bidan praktik swasta  serta tenaga kesehatan lainnya di sektor swasta untuk PPIA. Semua petugas kesehatan dari layanan antenatal care di sektor swasta (klinik dan RS swasta serta bidan praktik mandiri) harus diberdayakan, diberikan pelatihan dan dukungan logistik bagi mereka untuk menjalankan PPIA. Penambahan Puskesmas LKB dan pelatihan penyegaran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas LKB diperlukan untuk memantapkan pengetahuan dan keterampilan. Pemberian tes untuk PPIA perlu dilengkapi dengan pemberian informasi kepada ibu hamil sebelum di tes berupa brosur, leaflet, video atau konseling kelompok di satu ruangan khusus atau di tempat menunggu antrian.

References

Bwirire, LD., Fitzgerald, M., Zachariah, R., Chikafa, V., Massaquoi, M., Moens, M., Kamoto, K.,Schouten, EJ. Reasons for loss to follow-up among mothers registered in a prevention-of-mother-to-child transmission program in rural Malawi. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2008, 102(12): 1195-1200.

Chinkonde, J., Sundby, J., Martinson, F. The prevention of mother-to-child HIV transmission programme in Lilongwe, Malawi: why do so many women drop out. Reprod Health Matters. 2009, 17(33): 143-151

Ezechi OC, Oladele DA,Dureke F,Anenih J, Ogungbemi K, Folayan MO. Private Health Sector Engagement in the National HIV Response in Nigeria: Findings from a Nationally Representative Sample of Stakeholders. Nigerian Journal of Health Sciences. 2014; 14: 23-28.

Farquhar, C. Kiarie, JN., Richardson, BA., Kabura, MN., John, FN. Nduati, RW., Mbori-Ngacha, DA., John-Stewart, GC. Antenatal couple counseling increases uptake of interventions to prevent HIV-1 transmission. J Acquir Immune Defic Syndr. 2004, 37(5): 1620-1626.

Mbonye, AK., Hansen, KS., Wamono, F., Magnussen,P. Increasing access to prevention of mother-to-child transmission of HIV services through the private sector in Uganda. BMI STI Journal. 2009, 85(7)

Painter, TM., Diaby, KL., Matia, DM., Lin, LS., Sibailly, TS., Kouassi, MK., Ekpini, ER., Roels, TH., Wikto, SZ. Women's reasons for not participating in follow-up visits before starting short course antiretroviral prophylaxis for prevention of mother to child transmission of HIV: qualitative interview study. BMJ. 2004, 329(543): 1-13.

Panditrao, M., Darak, S., Jori, V., Kulkarni, SV., Kulkarni, VV. Barriers associated with the utilization of continued care among HIV-infected women who had previously enrolled in a private sector PMTCT program in Maharashtra, India, AIDS Care. 2015, 27(5)

Panditrao, MV., Darak, SS., Kulkarni, VV., Kulkarni, SV., Parchure, RS. Socio-demographic factors associated with loss to follow-up of HIV infected women attending a private sector PMTCT program in Maharashtra, India. AIDS Care. 2011, 23 (05)

Ramiah, I., Reich MR. Public-private partnerships and antiretroviral drugs for HIV/AIDS: lessons from Botswana. Health Affairs. 2005; 24: 545-551.

Semrau, K. Kuhn, L., Vwalika, C., Kasonde, P., Sinkala, M., Kankasa, C. , Shutese, E., Aldrovandi, G., Thea, DM. Women in couples antenatal HIV counseling and testing are not more likely to report adverse social events. AIDS. 2005. 19(6): 603-609.

UNAIDS. The Sustainable Development Goals/ and the HIV Response. Switzerland: UNAIDS. 2017

UNAIDS. Indonesia factsheet. Available at https://www.unaids.org/en/ regionscountries/countries/Indonesia. 2018

UNAIDS. Children and HIV fact sheet. Geneva: Joint United Nations Programme on HIV/AIDS, 2015.

Published
2021-02-26
How to Cite
Siregar, K. N., Hanifah, L., & Rikawarastuti. (2021). PELIBATAN LAYANAN SWASTA UNTUK PENCAPAIAN ELIMINASI PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK DI SULAWESI SELATAN. IAKMI Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 9-16. https://doi.org/10.46366/ijkmi.2.1.9-16